Kota Serang Terendah se-Banten, SAKIP Diminta Jadi Cambuk

SERANG, (KB).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang berharap, penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang diraih Kota Serang menjadi cambuk untuk lebih baik lagi. Terlebih, Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten mendapat predikat penilaian terendah.

Wakil Ketua DPRD Kota Serang Hasan Basri mengatakan, penilaian SAKIP merupakan penilaian yang berdasarkan dari mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan anggaran daerah. Pemkot Serang harus mengevaluasi, agar bisa beranjak dari nilai CC.

“Kami berharap, eksekutif termasuk DPRD-nya harus menjadi cambuk bagaimana di tahun yang akan datang ini lebih baik minimal beranjak ke B lah,” kata Ketua DPD PKS tersebut kepada Kabar Banten, Selasa (11/2/2020).

Ia menuturkan, hal tersebut, bukan hanya menjadi bahan evaluasi eksekutif di Pemkot Serang, tetapi legislatif sebagai bagian dari Pemkot Serang juga harus menjadi bagian dari evaluasi. Alasannya, dalam proses perencanaan dan pengawasan melibatkan fungsi legislatif.

“Ini juga bukan hanya sekadar kinerja di eksekutif, tapi kami juga ingin DPRD lebih efektif pengawasannya ke OPD-OPD pun tentang penganggarannya. Kan hak budgeting itu DPRD ini juga mungkin lebih efektif,” ucapnya.

Baca Juga : MenPANRB Serahkan Hasil Evaluasi SAKIP, Kota Serang Terendah

Ia memaklumi, bahwa penilaian SAKIP tahun ini merupakan hasil perencanaan 2018 yang dilaksanakan 2019. Artinya, penilaian tahun ini bukan murni kebijakan dari kepala daerah yang saat ini menjabat. Ia berharap, pada penilaian SAKIP 2020 yang murni merupakan perencanaan dan pelaksanaan kepala daerah saat ini, penilaian SAKIP bisa lebih baik lagi.

“Karena, kalau tahun kemarin dia perencanaannya di tahun sebelumnya di 2018. Tahun ini 2020 murni pemerintahan pak Syafrudin dan pak Subadri, kalau perencanaannya di 2019 yang kemarin mereka sudah dilantik,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Kota Serang Mukhtar Effendi mengatakan, penilaian SAKIP terendah Kota Serang harus menjadi bahan evaluasi serius, sehingga ke depannya bisa lebih baik lagi.

“Jadi, Pemerintah Kota Serang harus betul-betul mengevaluasi kenapa bisa terendah, ini kan berbicara pelaporan berbicara yang lainnya juga,” tuturnya.

Komisi I yang memiliki mitra kerja OPD-OPD di Kota Serang, kata dia, akan melaksanakan rapat kerja komisi bersama OPD mitra kerja pada Rabu (12/2/2020). Salah satu pembahasannya, yaitu mendorong OPD untuk melaksanakan evaluasi secara serius.

“Apalagi Kota Serang ini berada di pusat ibu kota provinsi, Kota Serang harus menjadi percontohan dong, masa kalah dengan Pandeglang dan Lebak,” ujarnya.

Ia berharap, Kota Serang bisa lebih baik dari daerah lain di Provinsi Banten. Karena, Kota Serang merupakan ibu kota Provinsi Banten.

“Makanya, Komisi I mendorong pemerintah memperbaiki ini dan harus memiliki target, agar lebih baik lagi, harus lebih baik dari daerah lain,” ucapnya.

Diketahui, berdasarkan hasil evaluasi penerapan SAKIP wilayah I yang meliputi Banten, Kota Serang mendapatkan nilai CC atau terendah, sedangkan terbaik diraih Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang dengan nilai A.

Sementara, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Tangerang meraih nilai BB, Kota Tangsel, Kota Tangerang, Kota Cilegon, dan Provinsi Banten meraih nilai B. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here