Kota Serang Fair 2019 Digadang Jadi ‘PRJ’ Mini

Penampilan salah satu grup band ternama pada ajang Kota Serang Fair 2018.*

Kota Serang Fair 2019 yang akan diselenggarakan Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM) Kota Serang digadang-gadang akan menyamai gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) dalam bentuk mini. Kegiatan tersebut, akan dilaksanakan pada Kamis hingga Senin (22-26/8/2019).

Kepala Disperdaginkop dan UKM Kota Serang Yoyo Wicahyono mengatakan, acara tersebut, akan dikemas dengan dekorasi serta tema yang menggabungkan antara tradisional dan moderen serta kekinian. Ada juga pawai budaya sebelum Serang Fair 2019 dibuka.

Kemudian, dilanjutkan dengan tarian budaya dan panggung hiburan. Lalu, ada beberapa pengisi konten hingga empat hari ke depan sampai penutupan acara.

“Karena era milenial, kami juga menyediakan untuk photo booth dan pojok charger di setiap sudut area Kota Serang Fair. Jadi ini kami buat seperti PRJ mini yang ada di Kota Serang,” katanya seusai rapat sinkronisasi HUT Kota Serang dan Ekspos Pameran Serang Fair 2019, di Aula Lantai 3 Gedung Sekretariat Daerah (Setda) di Puspemkot Serang, Jumat (26/7/2019).

Ia menargetkan, transaksi pada event tersebut mencapai Rp 10 miliar. Sebelumnya pada tahun lalu, transaksi pengunjung hanya mencapai Rp 9 miliar. Melalui blok khusus untuk pengembang perumahan, dia optimistis, bisa mencapai target. Menurut dia, itulah yang mendongkrak transaksi selama pameran berlangsung.

“Kalau kemarin itu terhitung Rp 9 miliar. Semoga tahun ini transaksi bisa mencapai lebih dari Rp 10 miliar. Targetnya itu memang di atas Rp 10 miliar transaksi tahun ini. Nanti ada blok khusus bagi pengembang perumahan, kan itu yang mendongkrak transaksi,” ucapnya,

Ia menuturkan, kali ini pihaknya juga akan ikut menyosialisasikan gerakan nontunai. Jadi, ada hal khusus yang diberlakukan dalam acara, yakni dengan membiasakan masyarakat Kota Serang untuk melakukan transaksi menggunakan uang elektronik. “Dengan mengunduh aplikasi dari vendor yang telah bekerja sama,” ujarnya.

Namun, karena hanya bersifat imbauan, pihaknya tidak memaksa pengunjung untuk mengunduh aplikasi uang eletronik yang digunakan untuk bertransaksi. Akan tetapi, dia menawarkan cashback dan hadiah apabila pengunjung menggunakan aplikasi tersebut untuk bertransaksi.

“Kami berharap ini bisa berjalan, sehingga masyarakat terbiasa dengan berbelanja menggunakan nontunai. Kami juga akan beri cashback atau reward bagi yang menggunakan aplikasi. Kalau tidak salah itu namanya cash-e,” tuturnya.

Kemudian, pameran dikhususkan untuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Lingkungan Pemerintahan Kota Serang. Sementara, untuk usaha kecil menengah (UKM) disediakan bagi pelaku usaha dari luar daerah atau umum. “Juga untuk instansi vertikal yang ada di Kota Serang, seperti Badan POM, kemudian perbankan, ada diler motor juga nanti,” katanya.

Pihaknya juga menyediakan 50 stan untuk pihak-pihak yang ingin mengikuti pameran. “Untuk anggaran seingat saya itu EO (event organizer) Rp 190 juta. Untuk dekorasi dan lainnya itu berbeda lagi,” ujarnya.

Asisten Daerah (Asda) I Kota Serang Kosasih menjelaskan, Serang Fair tahun ini akan berbeda dari tahun sebelumnya. “Jelas berbeda dari tahun lalu. Tapi, saya meminta kepada pihak terkait, agar tidak menjual barang di pameran dengan harga yang lebih tinggi,” ucapnya.

Menurut dia, barang yang dijual di pameran harus di bawah harga pasaran, karena masyarakat kebanyakan memburu barang murah dan unik dalam setiap pameran. Serang Fair tahun ini juga digadang akan lebih lengkap dan berseni. Akan ada dekorasi robot dan dua payung serambi Mekkah serta Menara Banten. (Rizki Putri/Rifki)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here