Kota Serang Belum Ada Perubahan, Ini Kata Syafrudin

SERANG, (KB).- Wali Kota Serang Syafrudin menyebut Kota Serang belum mengalami perubahan signifikan selama enam bulan dirinya bersama Wakil Wali Kota Serang Subadri memimpin.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan berbagai faktor, seperti kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum optimal hingga nilai APBD yang relatif kecil dibanding daerah lain.

Hal itu disampaikan Syafrudin saat menghadiri halal bihalal Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di kawasan eks Kesultanan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (18/6/2019).

Menurutnya, belum adanya perubahan karena banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintahan Kota Serang belum bisa bekerja secara maksimal.

“Tentunya ini masih bayak sekali kekurangan-kekurangan dengan apa yang kami kerjakan saat ini. Kami berdua memohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila selama enam bulan ini masih banyak kekurangan, dan membuat masyarakat kurang puas. Kemudian belum ada perubahan,” katanya, Selasa (18/6/2019).

Ia menjelaskan, Kota Serang yang lahir sejak tahun 2007 dengan jumlah penduduk hanya 300 ribu memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya Rp 10 miliar. Kini, Kota Serang telah berpenduduk hampir 700 ribu dan APBD mencapai Rp 1,2 triliun.

“Dari yang penduduknya sedikit, sekarang menjadi banyak. Kemudian dari anggaran yang hanya Rp 10 miliar, sekarang meningkat hingga mencapai Rp 1,2 triliun. Selama 12 tahun ini, Kota Serang tumbuh lebih dari 100 persen,” katanya.

Namun, kata dia, anggaran tersebut jangan dianggap besar. Sebab, APBD Kota Serang merupakan yang paling kecil dibandingkan dengan daerah lainnya. Seperti Kota Cilegon yang mencapai lebih dari Rp 2 triliun.

“Sama Pandeglang dan Lebak saja, Kota Serang ini berada jauh dibawah. Jadi jangan berbangga dengan APBD Kota Serang yang segitu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta kepada masing-masing Kepala OPD yang ada di lingkungan Pemerintahan Kota Serang agar memanfaatkan dan menggunakan anggaran secara bijak dan tepat sasaran.

“Ini juga Kepala OPD banyak uang kok tidak digunakan, tinggal membelanjakan saja kok susah. Apalagi kalau disuruh mencari uang, makin bingung,” ucapnya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here