Kota Cilegon Kekurangan Guru

CILEGON, (KB).- Setiap tahun sekitar 80 aparatur sipil negeri (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon pensiun. Dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah guru. “ASN kalau disebut kurang memang iya, karena tiap tahun ada sekitar 80 ASN yang pensiun, kebanyakan mereka berprofesi guru,” kata Kepala Badan Kepegawaian,Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Pemkot Cilegon, Mahmudin, di sela-sela peringatan puncak HUT PGRI, Ahad (26/11/2017).

Ia menuturkan, sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai pengangkatan calon aparatur sipil negara (CASN) terutama guru, karena masih terkendala moratorium. Bahkan, dia tidak jarang melakukan komunikasi dengan pihak Kementerian Penerapan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

“Kalau komunikasi kami tidak henti-hentinya dengan Kemenpan RB, mengingat tiap tahun jumlah yang memasuki pensiun selalu ada. Dari jumlah ribuan, kami memang saat ini kekurangan, tapi kami ikut aturan pusat, karena moratorium masih ada, dan kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Muhtar Gojali membenarkan, Pemkot Cilegon masih kekurangan guru, karena banyak yang pensiun, sehingga berdampak terhadap peningkatan kualitas mutu pendidikan di daerah tersebut. “Kami berharap, pemerintah tidak memberlakukan moratorium untuk tenaga pengajar, karena di Pemkot Cilegon kekurangan guru yang berstatus aparatur sipil negara,” ucapnya. (HS)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here