Korban Tsunami Dapat Sobong dari PMI Cilegon

Warga korban tsunami Selat Sunda yang tinggal di hunian sementara Kampung Palingping, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur mulai memanfaatkan sobong atau tempat perebusan ikan teri dari PMI Cilegon.*

Warga korban tsunami Selat Sunda yang tinggal di hunian sementara (Huntara) di Kampung Palingping, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, mendapatkan bantuan sobong atau tempat perebusan ikan teri kelompok Sumur Bangkit Sinar Harapan (Sumbangsih).

”Alhamdulillah, hari ini sobong sumbangsih yang dibangun oleh PMI Kota Cilegon melalui donasi Posco Korea telah menjalankan masa uji coba pada Kamis, (17/10/2019) lalu. Kru bagan sudah mulai melaut atau mencari ikan. Dan berhasil mendapatkan ikan teri sebanyak 2 cekeng atau keranjang lebih, sekitar 35 kilo teri basah,” kata Kepala Markas PMI Kota Cilegon Nurwarta Wiguna didampingi Koordinator Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Kertajaya, Agus Hidayat dan Sibat Desa Tunggaljaya, Ruyadi kepada Kabar Banten, Selasa (22/10/2019).

Menurut Nurwarta, salah satu program masa pemulihan tsunami Selat Sunda di Kecamatan Sumur, PMI Kota Cilegon membangun sobong.

”Dari donasi Posco Korea, kami membangun satu unit sobong, empat unit bagan, satu unit perahu tarik, satu unit Posko Sibat beserta alat Sistem Peringatan Dini dan Radio Komunikasi. Sobong ini dibangun untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat, karena pada 22 Desember 2018 lalu, ada sobong milik warga yang hancur diterjang tsunami,” tutur Nurwarta.

Menurut dia, selain sebagai tempat mencari nafkah bagi masyarakat sekitar, sobong juga akan dijadikan sebagai pusat kegiatan oleh anggota Tim Sibat untuk menyosialisasikan informasi kebencanaan, kesehatan dan sanitasi kepada masyarakat, terutama yang bekerja di sobong.

”Rencananya, sobong juga akan dijadikan pusat informasi dan kegiatan masyarakat tentang kebencanaan, kesehatan dan sanitasi yang pelaksanaannya adalah Tim Sibat di Kecamatan Sumur. Narasumbernya selain dari PMI, juga dari unsur lainnya, seperti pemerintah kecamatan, kepolisian, majelis ulama dan lain-lain,” katanya.

Koordinator Sibat Kertajaya Agus Hidayat, menyambut positif program yang dikembangkan oleh PMI Kota Cilegon di Kecamatan Sumur melalui pembangunan sobong, Posko Sibat, Sistem Peringatan Dini (SPD) maupun radio komunikasi.

”Kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi kami maupun masyarakat guna meningkatkan kapasitas bidang ekonomi dan kesiapsiagaan bencana,” ujar Agus.

Sementara itu, penyintas tsunami yang tinggal di Huntara Palingping, Rohida (40) berterima kasih kepada PMI, khususnya Kota Cilegon yang sudah membangunkan sobong. Sehingga mereka bisa mencari nafkah untuk menghidupi ketiga anaknya.

”Setelah tsunami tahun lalu sampai sekarang saya tinggal di huntara tanpa punya pekerjaan. Sekarang saya punya harapan untuk bisa mendapatkan rezeki dengan bekerja di sobong yang dibangun PMI Cilegon melalui donasi Posco Korea. Terima kasih,” tuturnya. (Iman Fathurohman)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here