Selasa, 25 September 2018
Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah saat mengunjungi rumah korban bencana puting beliung di Kampung Pabuaran, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kamis (22/2/2018).*

Korban Puting Beliung Dibantu Dapat Ijazah

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah meninjau empat rumah korban bencana puting beliung di Kampung Pabuaran, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kamis (22/2/2018). Rumah yang sebelumnya rusak akibat musibah yang terjadi Kamis (16/11/2017) tersebut, kini telah selesai dibangun. Pada kesempatan tersebut, dia berjanji akan membantu keluarga korban bencana tersebut untuk mendapatkan ijazah melalui program paket C di Disdikbud Kabupaten Serang, hal tersebut dilakukan, sebab sampai sekarang mereka masih menganggur, karena terbentur ijazah.

Turut serta dalam peninjauan tersebut, Dandim 0602/Serang, Letkol Czi Harry Praptomo, Wakapolres Serang, Kompol Heri Sugeng, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Serang, Hatib Nawawi. “Tadi saya dengan pak Dandim meninjau hasil pekerjaan pak Dandim, rumah tidak layak huni yang kena puting beliung. Sudah selesai lama sebenarnya, tapi saya baru sempat melihat,” katanya kepada wartawan di lokasi, Kamis (22/2/2018).

Ia menuturkan, selain meninjau, pihaknya sempat berbincang dengan korban terkait pekerjaan para suaminya. Kebanyakan mereka tidak bekerja, karena belum memiliki ijazah. Ia menyampaikan, bahwa di Dinas Pendidikan terdapat program paket C. “Tadi sudah dikontak untuk Disdik, supaya turun ke sana,” ujarnya.

Ia mengatakan, mereka yang berhak mendapatkan kejar paket C tersebut, bukan hanya korban bencana saja. Namun, diperintahkan kepada Camat Cikande, Adjat Sudrajat untuk mendata siapa saja yang belum memiliki ijazah SD, SMP, dan SMA. “Supaya kami masukan ke program itu, kemudian selanjutnya arahnya kami dorong di industri sekitarnya,” ucapnya.

Menurut dia, setelah mereka memiliki ijazah, mereka akan didorong untuk bekerja di industri. Bagi masyarakat yang domisili di sekitar industri, maka menjadi tanggung jawab industri. Jika harus ada pelatihan terkait skill warganya, nantinya Dinas Tenaga Kerja yang akan mencoba mendorong per kecamatan. “Karena kan persoalannya beda-beda, soal yang kerja tadi, jadi harus diselesaikan dari soal ijazahnya dulu,” tuturnya.

Ia menyadari, jika pengangguran tersebut memang masih menjadi persoalan di Kabupaten Serang. Bahkan, sudah terjadi sejak dia menjadi wakil. Setiap kali turun ke masyarakat, mereka mengeluhkan terkait harus bayarnya saat masuk kerja. “Nah, itu yang terus saya dorong perannya Dinas Tenaga Kerja, saya paksa mereka melakukan MoU dan ketika perekrutan kami dilibatkan,” katanya. Ia menuturkan, pemkab tidak meminta jatah seluruhnya, namun jatah yang diberikan berapa untuk lowongan pekerjaan tersebut dan pasokannya diserahkan ke Pemkab Serang. (Dindin Hasanudin)***


Sekilas Info

Wagub Banten Klaim Kekerasan Perempuan dan Anak Menurun

SERANG, (KB).- Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, mengatakan, korban kekerasan perempuan dan anak di wilayah Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *