Korban Pemilu 2019 Bertambah, Dua Penyelenggara Meninggal Dunia

SERANG, (KB).- Dua orang penyelenggara di tingkat Kecamatan Kramatwatu dan Pamarayan meninggal dunia, Kamis (25/4/2019). Keduanya diduga meninggal akibat mengalami kelelahan.

Sekretaris KPU Kabupaten Serang Mulyadi mengatakan, sampai saat ini sudah ada tiga orang yang meninggal dunia. Ketiganya yakni di Pabuaran, Kramatwatu dan Pamarayan.

Untuk dua terakhir meninggal pada Kamis (25/4). Yakni anggota KPPS TPS 24 Kecamatan Kramatwatu, dan Anggota ketertiban atau Linmas di Kecamatan Pamarayan. Pihaknya pun sudah mendatangi keluarga korban untuk memberikan santunan. Selain itu ada juga anggota KPPS yang sakit.

“Sakit ada diantaranya ada di Cikande, Cikeusal dan Cinangka,” ujarnya kepada Kabar Banten.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pamarayan Kamris membenarkan adanya penyelenggara yang meninggal. Ia bernama Madisa (39) warga Kampung Bugel, Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan. “Iyah meninggal dia jabatannya linmas di TPS 12,” ujarnya.

Kamris mengatakan, pada saat pemilihan yakni Rabu (17/4), Madisa bekerja satu hari satu malam. Kemudian dirinya kelelahan dan sakit selama 1 Minggu dan akhirnya meninggal dunia pada Kamis (24/4) sekitar pukul 05.00 pagi di rumahnya. “Sudah dikebumikan jam 10.00 tadi,” katanya.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kramatwatu Tajudin mengatakan, salah satu anggota KPPS di wilayahnya juga meninggal dunia. Korban bernama Yoyok Winoto Priyo Wasono (62) anggota KPPS TPS 24 Desa Margatani, Kecamatan Kramatwatu.

“Iyah ada pak Yayat (meninggal). Itu waktu di TPS dia kecapean atau punya penyakit lain,” ujarnya.

Tajudin mengatakan, pada saat itu korban merasa sesak di dadanya. Kemudian ia pun dilarikan ke rumah sakit Siloam di Tangerang. “Langsung di bawa ke Siloam dan meninggal jam 5 tadi pagi. Waktu malam hari dia badannya sesak kena jantung kayanya. Sempat dirawat di Siloam dari seminggu,” katanya.

Korban pun sudah dimakamkan di Cikerai, Kecamatan Waringin kurung. “Kalah untuk santunan kurang tahu kita koordinasi dengan KPU, mereka sudah takjiyah tadi,” ucapnya.

Ketua PPK Cikande Ahyarudin mengatakan, di wilayahnya pun ada anggota KPPS nya yang sakit. “Yang sakit ketua KPPS Desa Cikande namanya Irfan B M Noer. Sebelum pemilu dia sudah ngedrop namun berobat jalan Rabu (17/4) dan dengan tertatih masih memonitor lajunya pemilu ke tiap TPS walau sudah saya sarankan istirahat,” ujarnya.

Namun kata dia, Irfan mengaku tidak hati sebab sudah diberikan tanggung jawab. Bahkan ketika salah satu KPPS sempat koma, dirinya masih sempat mengurusnya ke RS.

“Saat ini karena kondisi yang sudah lemah karena terus rekap, maka tadi (Rabu) jam 07.00 menjelang pleno desa nya, salah satu anggota PPS Cikande ngebel saya menginformasikan bahwa ketua nya ngedrop tumbang. Kami pun sigap langsung di bawa ke puskesmas Cikande dan akhirnya dokter puskesmas memutuskan untuk di rujuk ke RSDP serang,” tuturnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here