Kamis, 21 Februari 2019

Korban Pantai Ciantir Sawarna Ditemukan Tewas Di Karang Bokor

LEBAK,(KB).- Korban keganasan ombak pantai Pasir Putih Ciantir Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, Parhan (16) ditemukan tewas di pantai Karang Bokor sekitar, Senin (13/11/2017) sekitar pukul 06.00 WIB. Saat ditemukan posisi korban yang merupakan warga asal Jalan Sodong Raya, RT/RW 4/11, Kelurahan Cipinang Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, dalam keadaan telungkup sebagian kulitnya melepuh dan hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam.

Koordinator Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Lebak, AM Erwin Komara Sukma, kepada Kabar Banten, mengatakan, pencarian tim dari Badan SAR Nasional, pihak Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (FKPK), Pol Air, selama dua hari dua malam akhirnya membuahkan hasil, korban terseret arus pantai pasir putih Ciantir Sawarna, akhirnya ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB. “Alhamdulilah pencarian dengan menyisir pantai hingga radius 5 km dan penyusutan ke tengah laut lepas akhirnya membuahkan hasil,”ujarnya.

Dikatakan, Erwin, jasad korban ditemukan oleh nelayan yang pulang melaut di sekitar Karang Bokor sekitar 4 Km dari lokasi kejadian pukul 06.00 Wib. Tim dan Basarnas, relawan dan keluarga yang kembali bersiap melakukan pencarian langsung yang menuju TKP dan melakukan olah TKP serta mengevakuasi korban. “Jasad korban ditemukan sekitar 4 Km dari lokasi kejadian atau tepatnya di Pantai Karang Bokor,” katanya.

Saat ditemukan, lanjut, Erwin, posisi korban dalam keadaan telungkup dan sebagian kulit tubuhnya melepuh mengenakan celana pendek warna hitam.  Kapolsek Bayah AKP Sadimun, kepada wartawan, mengatakan,kata Basarnas sedang mengurus jenasahnya.  ”Alhamdulilah. Jasad korban akan dibawa langsung oleh keluarga ke kampung halamannya untuk disemayamkan,”katanya.

Sebelumnya, Sabtu (11/11/2017), korban bersama ketujuh rekannya berenang di pantai berbahaya tepatnya di pantai Pasir putih Ciantir Sawarna. Ketujuh wisatawan itu sebelumnya telah diperingati bahkan diberikan teguran oleh anggota Balawista yang sedang berjaga. Namun tampaknya himbauan dan teguran para petugas pantai tidak diindahkan, mereka (tujuh wisatawan-red) kembali berenang setelah anggota balawista meninggalkan lokasi tersebut untuk memantau lokasi pantai lainnya.

Tidak beberapa lama, petugas dari Balawista melihat para pengunjung yang sebelumnya diperingati terlihat seperti yang tengah kesulitan diduga tertarik arus deras. Melihat itu sejumlah petugas langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) melakukan upaya penyelamatan empat orang dari ketujuh pengunjung yang sedang berenang segera menepi dan tiga orang lainnya terseret. Upaya penyelamatan terus dilakukan hingga akhirnya dua orang wisatawan bernama  Randi(16) dan Jaelami (16) berhasil diselamatkan.(DH)***


Sekilas Info

Ribuan Guru Madrasah di Kabupaten Lebak Dapat Insentif

LEBAK, (KB).- Sebanyak 5.426 guru Madrasah Diniyah (MD) di Kabupaten Lebak akan mendapatkan dana insentif …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *