Selasa, 20 Februari 2018

Korban Meninggal Terbakarnya Gudang Kembang Api Bertambah

TANGERANG, (KB).- Setelah Nurhayati (20), Atin Puspita (32) dan Siti Fatimah (14)  yang meninggal di RSU Tangerang akibat terbakarnya gudang petasan, kini Sami (35) warga Selembaran menghembuskan nafas terakhirnya.  Sami (35) dengan luka bakar 60 persen warga Salembaran, menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjalani operasi pengangkatan sel kulit yang rusak karena terbakar (Debrideman) sebanyak dua kali di RSU Kabupaten Tangerang.

Sami merupakan satu dari buruh yang tersisa di ICU dan menjadi pasien terakhir yang nyawanya tak terselamatkan. Sami meninggal pada pukul 08.37 WIB di ruang ICU RSU Tangerang. Berpulangnya wanita yang bekerja di bagian pengepak lantaran infeksi. Hal itu setelah luka yang terdapat pada dirinya di bagian tubuhnya yakni wajah, tubuh, tangan dan kaki. “Sekitar pukul 08.31 WIB pagi tadi, satu orang pasien yang dirawat di ICU RSUD Tangerang, bernama Semi telah meninggal dunia,” ujar Kapolrestro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan, Jumat (3/11/2017).

Sehingga tak ada lagi korban yang tersisa pada ruang ICU RSUD Tangerang. “Jadi yang dirawat di ICU telah meninggal semua. Sekarang hanya ada pasien yang di ruang perawatan umum saja,” ucapnya. Atas meninggalnya kembali korban kebakaran petasan itu, kini pihak kepolisian tengah berkoordinasi dengan pihak RSU Tangerang untuk mempersiapkan prosesi pemakaman. “Untuk pemakamannya di Tangerang. Dan prosesnya kami akan memfasilitasi,” kata Harry. Ia merinci untuk total yang meninggal di RSUD yakni sebanyak empat orang. Sementara Staf Humas RSUD Tangerang Lili menyebutkan, ada enam pasien korban kebakaran yang dirawat di ruang umum. “Pihak RSUD Kabupaten Tangerang akan segera melakukan operasi pembersihan luka para korban,” papar Lili.

Tabur Bunga

Sementara itu Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Banten menggelar tabur bunga di lokasi kebakaran pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses di Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Jum’at (3/11/2017). Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten Dedi Sudarajat mengungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung para keluarga yang menjadi korban ledakan pabrik kembang api tersebut.

“Kita ingin peristiwa ini terus diingat sebagai peristiwa buruk di provinsi Banten yang menewaskan puluhan orang. Ini memang peristiwa yang harus selalu diingat untuk dicatat dan bagaimana kedepan agar tidak terjadi lagi,” ungkapnya. Dirinya mengatakan, tanggung jawab pemerintah dalam hal ini bidang pengawasan dinas Ketenagakerjaan Provinsi Banten harus dipertanyakan. Pasalnya, saat ini seluruh pengawasan telah diambil alih oleh provinsi.

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Banten menggelar tabur bunga di lokasi kebakaran pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses di Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, dan santunan kepada sejumlah korban, Jum’at (3/11/2017).

“Ini perhatian khusus juga buat dinas, bagaimana bisa pengawasan dinas dilakukan seperti itu bisa ada anak dibawah umur, K3 tidak memenuhi syarat, ini izinnya seperti apa, wajib lapornya seperti apa, kan wajib lapor harus selalu dilaporkan, dan bidang pengawasan harus ngecek ke lokasi seperti apa kondisinya,” jelas Dedi.

Untuk itu, kedepannya pihaknya akan ikut mengawasi perihal pelanggaran-pelanggaran yang banyak dilakukan oleh perusahaan.  Usai melakukan tabur bunga di lokasi kejadian, para anggota KSPSI Provinsi Banten bergerak menuju kerumah salah satu korban di dekat lokasi kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga memberi sejumlah santunan untuk keluarga korban.(DA)***


Sekilas Info

Airin Sentil Pegawai Pemkot Tangsel

TANGERANG, (KB).- Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany memimpin apel gabungan Hari Kesadaran Nasional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *