Rabu, 26 September 2018
SEBANYAK 19 jenazah korban tewas kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Subang, dimakamkan di Taman Makam Legoso, Pisangan, Ciputat Timur, Tangsel, Ahad (11/2/2018).*

Korban Kecelakaan Maut Tanjakan Emen Dimakamkan Secara Massal

Sebanyak 19 jenazah korban tewas kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Subang, akhirnya dimakamkan di Taman Makam Legoso, Pisangan, Ciputat Timur, Tangsel, Ahad (11/2/2018) siang. Sementara itu, sisanya sebanyak 8 jenazah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan tersendiri. Pemakaman tersebut dilakukan seusai para jenazah tersebut dimandikan dan disalatkan di masjid yang terletak di RSUD Tangsel, Pamulang. “Setelah sebagian sudah disalatkan di masjid, kemudian dibawa ke TPU dan mulai dimakamkan,” ujar Kapolres Tangsel, AKBP Fadli Widyanto.

Para penggali makam menyiapkan sedikitnya 10 lubang kubur yang di antaranya, dua lubang kubur ukuran besar untuk 19 orang, terdiri dari makam pria dan wanita, serta enam makam sendiri-sendiri yang terpisah. Salah seorang penjaga makam, Fajar mengatakan, di kuburan massal terdapat dua lubang, untuk 19 orang. Terdiri dari makam pria dan wanita yang letaknya di paling bawah. “Kuburan massal 2 lubang, perempuan dan lelaki dipisah sendiri-sendiri. Dan yang satu lubang sendiri ada delapan,” ucapnya.

Isak tangis pun mengiringi pemakaman korban. Bahkan ada salah satu keluarga yang masih lemas setelah mengetahui keluarganya sudah tiada. “Kemarin pamitnya mau ke Lembang, besoknya pulang. Tapi benar-benar pulang dan enggak akan kembali lagi ke rumah,” tutur Ningsih salah seorang keluarga korban sambil menangis. Meski demikian, Ningsih sudah mengikhlaskan kepergian ibunya itu. “Terpenting pemulangan dan pemakaman ibu enggak ada yang terhalang dan dimudahkan,” ucapnya sedih.

Nenek Dewo terjepit di bus

Nenek Dewo (64) merupakan satu dari penumpang yang selamat dalam insiden maut bus rombongan pariwisata yang terguling di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2) tersebut.
Saat dijumpai di Ruang IGD RSUD Tangerang Selatan, Nenek Dewo masih cakap berkomunikasi. Ia pun menceritakan kejadian tersebut. Perempuan berusia 64 tahun ini tergabung dalam komunitas lansia di wilayah Ciputat. Setiap tahunnya pun biasanya para lansia ini diajak untuk berekreasi.

Tempat wisata yang dituju yaitu Lembang, Bandung. Setelah itu melipir ke kawasan Ciater, Subang. Dalam perjalanan, hal yang tak terpikirkan Nenek Dewo terjadi. Di dalam bus tersebut dirinya duduk di kursi nomor tiga belakang pengemudi. “Ada turunan, bus jalannya ngebut aja. Oleng sekali, sudah gitu busnya jungkir balik,” ujar Nenek Dewo. Sontak para penumpang di dalam bus itu menjerit histeris. Mereka teriak-teriak dalam suasana mencekam. “Lailahaillah, Astagfirullah Al Azim, Allahu Akbar,” ucap Nenek Dewo menirukan jeritan para penumpang kala itu.

Teman Nenek Dewo yang berada di sebelah kursinya terpelanting hingga ke luar bus. Sedangkan wanita paruh baya ini dalam keadaan terjepit di dalam bus. “Saya kejepit bangku kakinya. Saya nangis teriak – teriak minta tolong,” kata Nenek Dewo. Ia semakin ketakutan saat itu. Begitu ada penumpang pria yang berada di dekatnya bersimbah darah. “Ada lelaki terbaring, darahnya dia ngucur ke saya,” ucapnya.

Nenek Dewo menangis sejadi – jadinya. Ia meraung-raung dan meminta pertolongan. “Saya sudah lama kejepit di dalam bus. Untungnya ada polisi yang nolongin. Saya diangkat dan dibawa ke rumah sakit,” tutur Nenek Dewo. Dini (37) putri kedua dari Nenek Dewo sempat khawatir setelah peristiwa ramai diberitakan. Ia berupaya mencari informasi mengenai keadaan ibu tercintanya ini. “Saya nangis semalaman, bingung mau ngubungin ke mana. Ada tetangga yang anggota keluarganya jadi korban juga, mereka langsung ke Subang. Alhamdulillah dapat kabar dari tetangga yang ke sana, ibu saya selamat,” kata Dini.

Dapat santunan Rp 20-50 juta

Pascakecelakaan yang menimpa rombongan Koperasi Permata warga Kota Tangsel di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengatakan, seluruh keluarga korban akan diberikan santunan oleh Jasa Raharja. “Kami juga telah melakukan pemandian jenazah dan selanjutnya akan diserahterimakan ke keluarga korban,” ujarnya.

Di tempat sama, Direktur Jasa Raharja Budi R menambahkan, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Kelurahan Pisangan, karena ahli waris berada di lokasi tersebut. “Penyerahan santunan akan diberikan secara simbolis sebanyak 23 orang. Sedangkan sisanya masih dalam pendataan. Santunan diberikan sesuai dengan ketentuan yakni sebesar Rp 50 juta sedangkan luka-luka akan ditanggung sebesar Rp 20 juta,” ucapnya.

Perwakilan dari Jasa Raharja yang bertugas di Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Sulaiman menambahkan, sampai saat ini pihak Jasa Raharja sedang mendata warga Tangsel yang menjadi korban kecelakaan bus yang terjadi di wilayah Emen, Subang, Jawa Barat. “Kami terus mendata warga yang menjadi korban meninggal dunia dan korban luka berat, setelah itu kami akan memproses pembuatan rekening untuk memberikan santunan,” tuturnya.

Saat ini, data korban meninggal dunia yang sudah masuk ke Jasa Raharja sudah masuk semua sebanyak 23 orang dan sedang diproses. Sedangkan dua orang lagi masih ditelusuri alamatnya. “Total meninggal dunia ada 27 orang, 25 di antaranya warga Tangsel sedangkan yang dua orang lainnya warga Depok dan warga Karawang, yang luka berat juga mendapatkan santunan,” katanya.

Untuk total nominal santunan korban meninggal dunia, kata Sulaiman, sebanyak Rp 50 juta sedangkan untuk korban luka-luka maksimal Rp 21 juta. “Untuk korban meninggal dunia yang beridentitas di Depok dan Karawang akan dibayarkan di kotanya masing- masing, untuk yang di Tangsel langsung dibayarkan di Tangsel,” ujarnya. (Dewi Agustini)***


Sekilas Info

Polres Tangsel: Waspadai Penipuan Rekrutmen CPNS

TANGERANG, (KB).- Kepolisian Resort Tangerang Selatan mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai aksi kejahatan penipuan. Tindak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *