Korban Kebakaran Pasar Baros, Pemkab Serang Siapkan Santuan Rp 549 Juta

Kondisi Pasar Baros pasca-Kebakaran.*

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) akan memberikan uang santunan senilai Rp 549 juta untuk korban kebakaran Pasar Baros. Santunan tersebut direncanakan dibagikan di Kecamatan Baros, Senin (9/12/2019).

Kepala Diskoperinda Kabupaten Seerang Abdul Wahid mengatakan, santunan yang akan diberikan kepada para pedagang, antara lain untuk 179 kios masing-masing Rp 2,5 juta, 32 los masing-masing Rp 2 juta, dan 50 pedagang kaki lima (PKL) masing-masing Rp 750.000.

“Ini sebagai bentuk perhatian pemda khususnya ibu bupati kami, kami mengupayakan dari dana TT (tak terduga), itu akan dibagi nanti insyaallah jadwalnya Senin (9/12/2019) jam 9 pagi, tempatnya di Kecamatan Baros, dana yang disiapkan kurang lebih Rp 549 juta,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di ruang kerja, Kamis (5/12/2019).

Baca Juga : Kebakaran Pasar Baros, Kerugian Capai Rp 10 M

Ia menuturkan, setelah dana santunan diberikan, pihaknya mempersilakan dana santunan tersebut, digunakan untuk apa saja.

“Ia kan sudah memperbaiki (tempat dagangan) dengan baja ringan, mungkin itu bisa buat nambah-nambah, tapi itu terserah mereka menggunakan namanya juga santunan, kalau untuk modal kan gak cukup lah sebesar itu,” ujarnya.

Meski demikian, dia berharap, para pedagang Pasar Baros bisa menjadikan kejadian kebakaran tersebut sebagai pengalaman dan sebaiknya mengasuransikan dagangannya, sehingga ketika ada kejadian kebakaran, mereka lebih mudah membangun kembali tempat berjualannya.

“Saya juga akan coba dengan pedagang pasar itu agar diasuransikan, sehingga lebih mudah, kami akan konsultasikan ke anggaran untuk pedagang apakah bisa diasuransikan,” ucapnya.

Disinggung mengenai rencana pembangunan Pasar Baros, tutur dia, pihaknya sudah melakukan kajian dan dalam kajian tersebut, juga melibatkan para pedagang. Namun, mayoritas pedagang ingin tetap berjualan di tempat sekarang. Jadi, secara otomatis jika nanti membangun Pasar Baros, pihaknya harus membeli lahan di belakangnya.

“Dari kajian memang di situ (belakang Pasar Baros) termasuk rangking yang pertama, karena nilai ekonomsinya lebih tinggi, keduanya saya mendapat laporan dari provinsi nanti ada jalan lingkar yang tidak melewati pasar, jadi misalnya dari Serang ke Pandeglang lewat lingkar, dari Pandeglang mungkin bisa lewat pasar, sehingga nanti tidak padat,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here