Rabu, 23 Mei 2018

Korban Kebakaran Pabrik Petasan Dimakamkan di Kampungnya

TANGERANG, (KB).- Surnah binti Kusna, korban tewas kebakaran pabrik petasan dan kembang api, dimakamkan di kampung kelahirannya, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Sabtu (28/10/2017). Pemakaman perempuan berusia 14 tahun itu dihadiri Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan, Kepala Kepolisian Sektor Teluknaga Komisaris Fredy Yudha Satria, dan ibu-ibu Bhayangkari Polresta Tangerang.

Jenazah Surnah diserahkan polisi kepada keluarga pada Jumat (27/10/2017) malam,  setelah mayatnya teridentifikasi melalui tes kecocokan gigi oleh tim DVI Polri. Polres Metro Tangerang turut berduka cita atas kepulangan almarhumah, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran atas musibah ini,” kata Kombes Harry.

Sementara Ibu kandung korban bernama Siti (37), tampak menutupi kesedihan yang dirasakan pasca pemakaman anak kandungnya. Ia hanya tampak terdiam seakan belum dapat menerima kenyataan pasca kepergian anak kandungnya dalam peristiwa kebakaran di pabrik petasan. Pemakaman sendiri dilaksanakan sekira pukul 10.30 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Sawah Salembaran RT 32/16 Desa Blimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Surnah merupakan korban pertama yang berhasil diidentifikasi. Jenazah Surnah terdata dalam nomor kantong jenazah 01 dengan nomor register polisi 344. Dia tercatat lahir di Tangerang, pada 8 Mei 2003. Jenazah Surnah ketika dibawa ke bagian forensik mengalami luka bakar 100 persen atau maksimum. Secara fisik, Surnah tidak dapat dikenali. Polisi dapat mengidentifikasi setelah mendapat data rekam medis Surnah ihwal kesehatan dan bentuk giginya.

Korban Meninggal Kebakaran Pabrik Petasan Jadi 48 Jiwa

Sementara itu Korban ledakan pabrik kembang api kawat milik PT Panca Buana Cahaya Sukses di jalan Raya SMPN 1 Kosambi Kabupaten Tangerang, meninggal dunia bertambah. Setelah tiga hari menjalani perawatan intensif di ruang instalasi gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang, Nurhayati (20) akhirnya meninggal, Sabtu (28/10/2017) pada pukul 10.55 WIB. Kepergian Nurhayati menyulut kesedihan mendalam keluarganya. Meninggal pukul 10.55 siang ini,” ujar juru bicara RSUD Kabupaten Tangerang, Ade Yudi Firmansyah.

Tim dokter RSUD Kabupaten Tangerang, kata Yudi, telah berupaya dengan maksimal untuk menolong wanita yang mengalami luka bakar hingga 80 persen itu. “Sejak pertama kali datang ke rumah sakit ini, kondisinya sudah kritis dan tidak kunjung membaik,” kata Yudi. Ia menuturkan bahwa tim dokter sempat akan melakukan tindakan operasi kepada Nurhayati. Namun diurungkan karena kondisi pasien yang terus menurun.

Nurhayati adalah satu dari  46 korban selamat dari kebakaran hebat pada Kamis (26/10/2017 ).  Meski selamat dia mengalami luka bakar serius hingga 80 persen. Menurut Staf Humas RSUD Tangerang Lili Kholidah, karena luka bakar seluruh tubuhnya hampir tak dikenali, Nurhayati sejak masuk ke RSUD pasca kebakaran hari pertama dimasukkan ruang khusus, Intensive Care Unit (ICU).

Menurut Lili, selama dalam perawatan medis selama tiga hari, Nurhayati sudah menjalani operasi bedah. “Luka bakar ada di seluruh tubuh, muka punggung  dan karena infeksi menjalar mengakibatkan korban meninggal,” kata Lili. Dengan meninggalnya Nurhayati maka korban kebakaran yang masih dirawat di RSUD Tangerang ada 11 orang.  Data yang diperoleh dari crisis center RSUD Tangerang  tiga orang berada di ruang ICU yakni; Siti Fatimah (15) luka bakar 60 persen, Atin Puspita (35) luka bakar 80 persen dan Sami (32) luka bakar 50 persen. Sedangkan tiga korban berada di ruang Soka. Mereka adalah Lilis (22) luka bakar 60 persen, M.Khadiman (25) dan Anggi (22), keduanya menderita luka bakar 40 persen.

Sementara itu lima korban rujukan dari RS Ibu dan Anak Bun Kosambi ke RSUD Tangerang yang tiba pada Jumat (27/10/2017) sore adalah Humam, Widya, Wiwik, Uwang dan Leha. Kelimanya menderita luka bakar di bawah 50 persen dan butuh perawatan serius termasuk operasi. Seperti diberitakan  pabrik petasan dan kembang api yang mempekerjakan hampir 103 karyawan dan baru beroperasi dua bulan itu terbakar hebat dan meledak. Sedikitnya, 48 jiwa tewas dan 45 korban luka bakar serius dilarikan ke RS Bun Kosambi, Mitra Keluarga, RSUD Kabupaten Tangerang, dan RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

Tetapkan Tiga Tersangka

Sementara Pasca memakan banyak korban akan insiden terbakar dan meledaknya pabrik kembang api dan petasan di Kosambi, polisi akhirnya menetapkan tiga orang tersangka. “Mereka dianggap lalai sehingga menyebabkan orang meninggal,” kata juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, kepada wartawan di lokasi, Sabtu (28/10/2017).

Ketiga tersangka itu adalah pemilik pabrik Indra Liyono, Direktur Operasional Andri Hartanto, dan tukang las pabrik yang bernama Subarna Ega. Argo mengatakan, setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui percikan api yang menyebabkan kebakaran hebat itu berasal dari pengelasan atap. Percikan api mengenai bahan baku membuat petasan pada Kamis pagi, 26 Oktober 2017.

“Jadi tukang las di pabrik petasan Kosambi itu mengelas atap untuk menutupi bahan petasan yang ditumpuk sebanyak 4.000 kilogram,” kata Argo. Ketiga tersangka dikenakan Pasal 188 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kelalaian juncto Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan matinya orang.

Selain itu, Pasal 74 UU Ketenagakerjaan tentang pelarangan mempekerjakan dan melibatkan anak pada pekerjaan-pekerjaan yang terburuk. Buruh yang menjadi korban berusia 15-16 tahun atau usia anak-anak. Pabrik tersebut baru beroperasi dua tahun dan memiliki sekitar 103 karyawan. Dalam musibah kebakaran itu, 48 orang tewas dan 45 korban lain mengalami luka bakar serius. (DA)***

 


Sekilas Info

Arief-Sachrudin Silaturahim dengan Alim Ulama

TANGERANG, (KB).- Pekan pertama bulan Ramadan, calon Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah tak lantas berhenti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *