Minggu, 18 November 2018

Korban Jatunya Pesawat Lion Air JT 610, Sahabudin Ternyata Calon Kepala KKP Termuda

SERANG, (KB).- Sahabudin (40), warga Komplek Perumahan Griya Cilegon, Blok C3, Nomor 13 RT 003/RW 003 Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, yang merupakan satu dari 189 korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang merupakan calon kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) termuda se Indonesia. Hal itu dikarenakan dedikasi korban yang sangat tinggi terhadap pekerjaannya.

Rekan kerja korban, Budiman mengaku sudah 15 tahun bekerja bersama Sahabudin di KKP. Dirinya pun sangat mengenal almarhum sebagai pribadi yang paling bekerja keras, cerdas dan juga ikhlas. “15 tahun kami bersama-sama, lalu beliau berkarir di pangkal pinang. Sungguh prestasi yang tidak mudah,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam prosesi penyerahan jenazah kepada keluarga di Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kamis (8/11/2018).

Budiman mengatakan, korban sendiri informasinya akan diangkat menjadi kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) termuda se Indonesia. “Katanya beliau mau diangkat jadi kepala kantor KKP termuda. “Apa yang terjadi adalah yang terbaik. Doa kami dengan teman teman, mudah-mudahan Khusnul khotimah. Semoga dosanya diampuni dan iman Islamnya diterima,” tuturnya.

Kepala KKP kelas dua Pangkal Pinang, Sirjon Sihotang mengatakan, begitu dirinya pensiun, Sahabudin memang akan diusulkan menjadi kepala KKP termuda. “Saya memang enggak bisa mengangkat tapi saya bisa mengusulkan. Saya purna Bhakti tahun depan, saya sudah sampaikan ke atasan saya,” ujarnya.

Ia mengatakan, korban merupakan pekerja keras, dekat dengan semua pegawai dan seluruh masyarakat tempat beliau tinggal. Seluruh pegawai di Pangkal Pinang pun sangat kehilangan atas kepergian beliau. “Beliau sangat baik, cerdas dan pintar. Banyak perubahan sejak beliau bekerja di pangkal pinang sekitar empat tahun. Tapi apa hendak dikata ini takdir Tuhan. Kami ikhlaskan, kami KKP Pangkal Pinang ucapkan duka cita,” tuturnya.

Keluarga Korban Setiawan mengaku sangat berduka atas kepergiannya tersebut. “Yang kita ketahui beliau dalam perjalanan ke pangkal pinang. Lalu mengalami kecelakaan,” ujarnya. Walau demikian, dirinya sangat bersyukur sebab akhirnya jenazah korban bisa diidentifikasi.

“Itu yang penting dan kami butuhkan. Alhamdulillah sudah ditemukan, sehingga kami mewakili keluarga besar sangat bahagia sekali. Walaupun hanya ditemukan jenazahnya. Daripada katanya meninggal tapi jenazah tidak ditemukan,” katanya. Jenazah kemudian dishalatkan di Masjid Al Kautsar. Untuk kemudian diberangkatkan ke Cikande dan disemayamkan di sana. (DN)*


Sekilas Info

Kegiatan Reses Dewan Diawasi

SERANG, (KB).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten menerjunkan petugas untuk mengawasi kegiatan reses, kegiatan tersebut rawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *