Korban Berhasil Diidentifikasi, Polisi Buru Pembunuh Mayat Dalam Karung

Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi (kiri) didampingi Paurmitra Subbid Penmas Polda Banten Iptu Engking Yudhiana (kanan) menunjukkan identitas korban jenazah dalam karung yang ditemukan di Pantai Karibea, Kabupaten Pandeglang saat konferensi pers di Mapolda Banten, Senin (8/4/2019).*

PANDEGLANG, (KB).- Polisi memburu pelaku pembunuh mayat dalam karung yang ditemukan di pesisir Pantai Karibea, Kampung/Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran akhirnya terungkap. Korban yang berhasil diidentifikasi merupakan warga Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak berjenis kelamin laki-laki berinisial AH (46).

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, pihaknya telah mendalami kematian korban tersebut. Berdasarkan keterangan dari keluarga korban yang diterima kepolisian, terungkap bahwa korban terakhir bertemu dengan keluarganya 1 April 2019. Namun beberapa saksi lain menyebutkan, korban masih terlihat beraktivitas pada 4 April 2019.

“Kami juga sudah meminta keterangan dari pihak keluarga korban. Bahkan sudah komunikasi, termasuk dengan rekan-rekannya, juga sudah kami lakukan. Ada beberapa informasi, dan terus kami gali untuk mendapatkan motifnya apa dan pelakunya siapa,” kata Kapolres AKBP Indra Lutrianto Amstono kepada Kabar Banten, Senin (8/4/2019).

Baca Juga: Seorang Pemulung Temukan Mayat Dalam Karung

Untuk itu, pihaknya terus melakukan pendalaman atas dugaan pembunuhan terhadap korban yang diketahui berprofesi sebagai seorang sopir di salah satu perusahaan.”Korban berprofesi sebagai driver dari salah satu perusahaan, dan anggota sampai siang ini masih dijalan mendalami kasusnya,” ucapnya.

Dari barang bukti satu buah batu yang berada di dalam karung, diduga pelaku ingin menghilangkan jejak dengan menenggelamkan korban.

“Kami belum bisa memastikan dibuang di dalam laut atau tidak. Tapi menurut dugaan kami dari hasil keterangan dan barang bukti, yang bersangkutan ini dimasukkan ke karung dan sedang memeluk batu, kalau memeluk batu. Kalau memeluk batu kaya gitu, kemungkinan modusnya untuk menenggelamkan mayat, tapi karena batunya tidak terlalu besar sehingga ini tergeser ke pantai,” ujarnya.

Sayatan di perut

Berdasarkan keterangan sementara dari Tim DVI Polda Banten dan ahli forensik Rumah Sakit dr. Drajat Prawiranegara Serang, mayat dalam karung diduga merupakan korban pembunuhan.

“Kalau dilihat secara fisik, memang seperti korban pembunuhan. Soalnya di kepala belakang korban ditemukan benjolan besar yang diduga akibat benturan benda tumpul dan di sisi perut ada luka sayatan benda tajam,” tutur Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi saat memberikan keterangan kepada para awak media di Mapolda Banten.

Meski demikian, Edy belum bisa memastikan secara detail dugaan pembunuhan tersebut. Sebab menurutnya, Tim DVI Polda Banten harus menunggu hasil visum resmi dari dokter forensik RSDP Serang. Selain itu, penyidik juga masih mengumpulkan keterangan dari keluarga terdekat korban untuk mengungkap kasus penemuan mayat tersebut.

“Belum dapat dipastikan, karena saat ditemukan kondisi jenazah berada di dalam karung terikat dan ditemukan sebuah batu yang diduga sebagai pemberat agar tidak timbul ke permukaan,” ujar pria lulusan Akademi Kepolisian tahun 1996 ini.

Dia juga menjelaskan, mayat tersebut pertama kali ditemukan salah seorang warga, Saleh (60) yang tak sengaja lewat di TKP. Penemuan mayat itu sontak membuat warga di sekitar lokasi menjadi geger. Dari keterangan yang diperoleh penyidik, mayat tersebut pertama kali ditemukan di dalam sebuah karung, dengan posisi salah satu tangan menjurus keluar. Sedangkan bagian kaki dan tangan terikat.

Tim DVI Polda Banten yang tiba di lokasi, tidak bisa secara langsung melakukan olah TKP awal. Kondisi korban yang membusuk, membuat tim memutuskan membawa jasad tersebut ke RSDP untuk proses identifikasi lebih lanjut. Hingga akhirnya, tim berhasil mengungkap identitas korban. (IF/Rifat Alhamidi)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here