Selasa, 20 Februari 2018

Koperasi Mati Karena Harapkan Bantuan

SERANG, (KB).- Kasi Kelembagaan dan Perizinan Dinas Koperasi dan UKM Banten Bara Hudaya mengatakan koperasi yang dibubarkan disebabkan saat pendiriannya hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah.

“Tahun ini ada sekitar 1.300 koperasi di Banten yang dibubarkan. Saya menilai koperasi yang dibubarkan, karena pengurusnya hanya mengharapkan bantuan pemerintah. Akibatnya saat tidak ada bantuan koperasi tidak jalan usahanya. Kalau tiga tahun tidak menggelar rapat anggota tahunan, ya kami bubarkan,” katanya saat sosialisasi dan edukasi program JKN-KIS kepada koperasi di wilayah Provinsi Banten, Kamis (16/11/2017).

Bara mengatakan perkembangan koperasi di Banten terus didorong untuk mampu mengembangkan usahanya. Menurut dia, saat ini ada tren koperasi banyak yang berbentuk koperasi syariah.

Bara menuturkan sejumlah koperasi yang aktif di Banten terus dalam pembinaan baik dalam penguatan kelembagaan, pengembangan usaha dan fasilitasi permodalan. “Tapi kami mengharapkan untuk permodalan, lebih bagus mengandalkan modal sendiri tidak pinjam ke bank,” ujarnya.

Koperasi non simpan pinjam juga bisa bebas menjalankan bisnis sesuai dengan jenis usahanya. Selain itu, untuk koperasi yang ada unit simpan pinjam diharuskan memiliki izin dari Dinas Koperasi provinsi, kabupaten dan kota.”Silakan koperasi yang punya unit simpan pinjam, apalagi koperasi simpan pinjam, yang belum punya izin segera diurus,” katanya.

Acara sosialisasi diikuti puluhan pengurus koperasi. Selain tentang pembinaan koperasi, dilakukan sosialisasi JKN-KIS dari BPJS Kesehatan Cabang Serang.

Wawan dari BPJS Kesehatan Serang mengatakan kepesertaan JKN-KIS untyk koperasi pegawai dan karyawan sudah mengikutsertakan pengurus dan anggotanya.

“Kami mengharapkan sinergi kepada pengurus koperasi untuk mengikutsertakan anggota maupun tenaga kerja pada unit usaha. Ini kan bagian upaya dalam meningkatkan kesejahteraan anggota lewat jaminan kesehatan,” tuturnya. (MH)***


Sekilas Info

Honorarium Kegiatan & SPPD Dipangkas

SERANG, (KB).- Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengeluarkan surat edaran (SE) efisiensi anggaran 2018. Untuk itu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *