Konveksi Pakaian di Kabupaten Lebak Beralih Produksi Masker

LEBAK, (KB).- Sejumlah konveksi pakaian di Kabupaten Lebak saat ini banyak yang beralih memproduksi masker berbahan kain. Hal itu karena permintaan masker di tengah status darurat pandemi Covid-19 terus meningkat.

“Tadinya sih saya jahit pakaian. Karena banyak permintaan masker, jadi ya sementara ini saya beralih dulu buat masker,” kata salah seorang perajin masker kain di Rangkasbitung, Omat, Ahad (5/4/2020).

Ia mengatakan, selama ini ditetapkannya status darurat penanganan Covid-19 oleh pemerintah, permintaan masker terus meningkat.

Bahkan, pemesan tak hanya datang dari Kabupaten Lebak saja, tetapi juga datang dari luar daerah. Seperti wilayah DKI Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi.

Para konsumen memesan masker untuk dijual kembali, karena mereka membeli dengan jumlah banyak hingga 500 sampai 1.000 lembar masker kain per hari.

“Harga jual masker kain yang dijualnya Rp 2.000 per lembar. Keuntungannya yaitu berkisar Rp 1 juta setelah dipotong biaya produksi dan pekerja,” katanya.

Tingginya permintaan masker kain tersebut membuat penjahit konveksi pakaian beralih memproduksi perajin masker.

“Kami mempekerjakan empat orang dan bisa menghasilkan pendapatan pekerja sebesar Rp 150.000/dua hari,” ujarnya.

Hampir senada dikatakan perajin lainnya, Lepi (40). Ia mengatakan, ia memproduksi masker karena permintaan konsumen cenderung meningkat sehubungan penyebaran Covid-19.

Selama ini, dirinya memproduksi masker sebanyak 500 lembar per hari, dan sudah ada yang menampungnya.

“Kami merasa terbantu pendapatan ekonomi keluarga dengan tingginya permintaan masker kain untuk perlindungan dari wabah Covid-19,” tuturnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here