Kontestasi Wakil Wali Kota Cilegon, Partai Koalisi Mulai Bersikap

CILEGON, (KB).- Fraksi partai di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon mulai mengambil sikap terkait kontestasi perebutan kursi Wakil Wali Kota Cilegon. Bahkan, beberapa di antaranya telah didukung surat keputusan (SK) rekomendasi dari dewan pimpinan pusat (DPP) partainya.

Seperti diketahui, saat ini kursi Wakil Wali Kota Cilegon mengalami kekosongan setelah Wakil Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi diangkat menjadi pelaksana tugas (plt) wali kota setelah Wali Kota Cilegon dinonaktifkan, karena tersangkut kasus hukum.

Sehubungan itu, partai koalisi pengusung pasangan Iman-Edi segera melakukan pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon, setelah Edi Ariadi dilantik menjadi wali kota definitif. Informasi yang bergulir, sebagian besar fraksi DPRD Kota Cilegon telah mengantongi rekomendasi dari partainya masing-masing.

Fraksi yang telah mendapatkan rekomendasi partainya, di antaranya Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), dan Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Cilegon, Alawi Mahmud mengatakan, amanat SK rekomendasi DPP PAN tidak lain mendukung pilihan Partai Golkar. “Kami sudah mendapat arahan dari pusat, untuk memberikan dukungan terhadap ibu Ati,” katanya.

Namun, dalam perkembangannya, dia mengatakan, jika DPP PAN dan DPW PAN Banten menginstruksikan, agar DPD PAN Cilegon menyiapkan nama alternatif. Nama tersebut, akan digunakan jika Ati tidak maju pada pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon.

“Sejujurnya, kami masih ragu apakah ibu Ati telah mendapatkan dukungan dari Partai Golkar. Ibu Ati memang mengaku sudah mendapatkan SK, tapi kami belum lihat SK itu. Makanya, kami akan menyiapkan nama lain dari internal partai,” ujarnya.

Penyelarasan

Dalam waktu dekat, partai koalisi akan melakukan pertemuan untuk menyelaraskan sikap politik terkait kontestasi perebutan kursi Wakil Wali Kota. Terkait sikap politik PAN, dia menuturkan, jika pihaknya tidak mengajukan lobi politik. “Kami tidak ada bargaining politik untuk memilih ibu Ati. Ini semata-mata untuk melanjutkan koalisi yang sudah terjalin,” ucapnya.

Informasi lain yang beredar saat ini, Ratu Ati Marliati telah mengantongi lima tiket kursi wakil wali kota dari partai-partai di DPRD Kota Cilegon. Selain Partai Golkar dan PAN, Partai Gerindra, Partai Nasdem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga telah merapat untuk Ati.

Di lain pihak, PDIP dikabarkan akan mengusung Ketua DPC PDIP Kota Cilegon, Reno Yanuar. Sementara, PPP informasinya akan ikut meramaikan kontestasi pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon, lain hal dengan Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang belum menentukan sikap.

Terkait hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Cilegon, Hasbi Sidik mengatakan, telah mengajukan dua nama. Namun, dia enggan menyebutkan nama tersebut. “Intinya kami sudah mengajukan dua nama ke pusat, satu dari partai lain satu lagi kader internal,” tuturnya.

Informasi terkait Partai Gerindra yang telah menyatakan sikap untuk memberikan dukungan terhadap Ratu Ati Marliati, dia membantahnya. “Kami belum menyatakan sikap, SK DPP kan belum turun. Lagi pula pak Edi belum definitif, jadinya kami tidak mau terburu-buru,” katanya.

Pada bagian lain, Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sihabudin Syibli menuturkan, belum menyatakan sikap. Pihaknya baru akan membahas tentang nama yang akan dimunculkan dari partainya. “Pekan ini, kami baru akan rapat internal, untuk membahas nama yang akan kami usulkan ke DPP,” ujarnya.

Perihal PPP yang akan mengusung nama dari internal partai pada kontestasi perebutan kursi Wakil Wali Kota Cilegon, dia tidak membantah. “Kans memunculkan kader internal kan masih ada. Beberapa partai yang saya dengar belum menyatakan sikap seperti kami. Jadi, tidak salah jika kami berencana mengusung nama dari internal partai,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here