Kontestasi Pilkada 2020 di Banten Makin Ramai, Mencari Lawan Kuat Petahana

SERANG, (KB).- Kontestasi politik menuju Pilkada serentak 2020 di empat kabupaten/kota di Banten, makin ramai. Dari persaingan kandidat dan peta koalisi partai politik (parpol), muncul beberapa nama yang diharapkan menjadi penantang sepadan untuk melawan petahana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pilkada serentak 2020 di empat kabupaten/kota berpotensi melahirkan lawan kuat bagi petahana. Sebab, sejumlah partai politik (parpol) telah menyatakan siap menjadi penantang, di antaranya dari koalisi Pilpres 2019, yakni Partai Gerindra.

Menurut Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J Mahesa, Gerindra memiliki mekanisme penjaringan untuk menentukan calon yang akan diusung dalam pilkada.

“Tahapan penjaringan, kan tahapannya ada empat. Kami udah buka pendaftaran. Sudah daftar, kami panggil, kami diskusi. Kemarin debat public, dua minggu yang lalu,” kata Desmon saat menghadiri jalan santai DPD Gerindra Banten dalam rangka HUT ke-12 Partai Gerindra di Rumah Aspirasi Desmond J Mahesa, Kota Serang, Ahad (16/2/2020).

Selanjutnya, pihaknya akan melaksanakan survei untuk mengukur sejauh mana elektabilitas para pendaftar di Gerindra Banten.

“Dari survei yang muncul, akan kami undang lagi satu-satu untuk melihat mereka sudah punya partai belum. Kalau mau jadi bupati, partai pendukungnya belum jelas, gimana. Ini hanya pertimbangan. Kalau sudah punya, kami lihat dari survei mungkin enggak dia menang,” ucapnya.

Survei sendiri dilakukan kepada masyarakat umum dan kader internal, melibatkan pengurus PAC di Banten dalam melihat nama yang berpeluang mendapatkan dukungan masyarakat.

“Survei masyarakat umum dan survei di internal partai. Kader partai itu responnya bagaimana dukungannya. Kemarin misalnya saya kumpulin PAC kabupaten, setiap PAC lima orang. Dari sana saya Tanya, siapa yang muncul. Mereka belum bisa memberikan informasi yang maksimal. Saya tugaskan mereka pantau masyarakat tentang kader kami, dan eksternal. Nah dua minggu lagi, dikumpulkan. Menurut mereka, itu yang mana (nama yang berpotensi diusung),” ujarnya.

Ia memastikan partainya akan mendukung yang menang dalam rangka memberikan nilai tambah kepada masyarakat.

“Tujuannya adalah siapa yang kami dukung, komit enggak terhadap masyarakat,” ucapnya.

Terkait posisi kader yang ikut penjaringan, Anggota DPR RI ini menuturkan, akan menilainya secara rasional.

“Perintah partai kita kader, tapi kalau ada yang lebih berkualitas nomor satu (calon bupati/ wali kota) enggak apa-apa kita nomor dua (calon wakil bupati/ wali kota). Tapi kalau enggak ada itu lihat respons masyarakat, bermanfaat enggak untuk masyarakat. Kalau enggak, kami dorong sendiri. Kami bisa maju sendiri,” tuturnya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo meyakini Gerindra Banten tak akan terlalu sulit memenangkan Pilkada 2020 di Banten. Pria yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) ini menilai kader Gerindra di Banten solid dan sudah terbukti mampu memenangkan Pemilu 2019.

“Saya yakin kekompakan ini yang perlu dipertahankan dan saya yakin pilkada tidak tersulit,” katanya.

Ia mempercayakan sepenuhnya pemenangan Pilkada di Banten kepada Gerindra Banten di bawah kepemimpinan Desmond J Mahesa.

“Pilkada kita sudah mempunyai mekanisme dan saya yakin Pak Ketua DPD (Desmond J Mahesa) sudah melakukan langkah-langkahnya dan kita percayakan kepada DPD Gerindra Banten,” ucapnya.

Terkait sosok yang harus diusung oleh Partai Gerindra, menurutnya tak mesti kader internal. Adapun kriterinya diserahkan kepada DPD Gerindra Banten.

“Saya percaya Pak Desmond bukan orang baru dalam politik, beliau tahu dan bisa buktikan kepada DPP, Banten bisa menang (Pemilu 2019),” ucapnya.

Sinyal berhadapan, jauh-jauh hari disampaikan Partai Amanat Nasional (PAN). Partai pimpinan Zulkifli Hasan tersebut, bahkan telah melakukan komunikasi dengan Partai Gerindra untuk mengusung calon akternatif di Pilkada serentak 2020 di empat kabupaten/kota di Banten.

Hal tersebut dikatakan Ketua DPP PAN Yandri Susanto, yang mengaku sudah bertemu Ketua DPD Partai Gerindra Banten Desmond J Mahesa terkait Pilkada 2020. Berdasarkan pertemuan tersebut, sinyal koalisi Gerindra dan PAN sudah terlihat dan kepastiannya sudah diangka 80 persen.

“Artinya sudah di atas 50 persen. Calon bupatinya siapa, calon wakilnya siapa, itu yang kami matangkan. Maka, kami menerima masukan dari rakyat maupun tokoh politik, para kiai ulama, akademisi, siapa yang layak kami usung. Tapi sekali lagi, siapa pun yang mau kami usung, tentu kami lihat visi dan misinya,” kata Yandri Susanto, belum lama ini.

Menurut dia, sinyal koalisi antara Gerindra dan PAN paling memungkinkan terjadi Pilkada Kabupaten Serang. Terkait arah dukungan, PAN ingin di Pilkada Kabupaten Serang ada sosok alternatif di luar petahana. Keinginan yang sama, juga berlaku untuk Pilkada Kota Cilegon dan Tangerang Selatan serta Pandeglang.

Ia menegaskan, upaya menghadirkan calon alternatif tak berarti bahwa PAN berpandangan petahana tidak memiliki kinerja baik. PAN hanya ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilah dan memilih calon pemimpinnya.

“Rakyat tentu enggak dihadapkan dengan calon tunggal, itukan enggak baik. Dan seolah-olah kerjaan partai politik enggak benar, tidak bisa mencari figur lain. Dalam proses demokrasi itu biasa,” tuturnya.

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menawarkan kadernya untuk mendampingi petahana di Pilkada Kabupaten Pandeglang 2020 dan Pilkada Kabupaten Serang 2020. Partai pimpinan M Sohibul Iman itu menyadari petahana memiliki potensi untuk bisa kembali duduk. Namun jika petahana menolak, PKS akan mengambil sikap.

Ketua DPW PKS Banten Sanuji Pentamarta mengatakan, PKS menargetkan seluruh pilkada di Banten bisa menang dengan sosok calonnya kader internal. Pihaknya siap memasangkan kadernya dengan petahana jika diinginkan. “Semua daerah jadi prioritas,” tuturnya.

Disinggung terkait sosok calon yang dianggap PKS memiliki popularitas berdasarkan hasil survei, ia mengatakan, untuk Pandeglang masih diduduki oleh petahana Irna Narulita. PKS juga sudah mempersiapkan kader untuk ditawarkan sebagai pendampingnya.

“Pandeglang tertinggi itu Bu Irna, pasangannya belum. PKS termasuk yang menyiapkan,” katanya.

Untuk Pilkada Kota Cilegon 2020, kata dia, masih dinamis. Meski, dia mengakui PKS lebih banyak komunikasi dengan Helldy Agustian yang merupakan Ketua DPW Berkarya Banten.

“Komunikasi lebih maju dengan Berkarya, tapi ini butuh pendalaman. Untuk bisa dan kita menyiapkan mendampingi beliau dan bisa menang. Tapi ini masih dinamis,” ujar Sanuji, saat konferensi pers usai monitoring dan evaluasi DPW PKS Banten oleh PKS Wilda Banjabar. Konferensi pers dilaksanakan di DPW PKS Banten, Kota Serang, belum lama ini.

Cilegon dan Tangsel Dinamis

Menurut akademisi Untirta Suwaib Amirudin, petahana di empat kabupaten/kota berpeluang mendapatkan penantang. Meski banyak parpol cenderung ke petahana, namun beberapa di antaranya masih mungkin mengambil barisan lain untuk mengusung penantang.

“(Petahana) masih mungkin (mendapatkan penantang). Tetapi Pandeglang sama Kabupaten Serang, partai kelihatannya lebih banyak ke petahana,” katanya saat dihubungi wartawan melalui sambungan seluler, Ahad (16/2/2020).

Ia tak menampik partai di Banten memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mendukung petahana. Hal itu tak terlepas dari sifat partai yang umumnya akan memilih calon yang populer dan memiliki kemampuan finansial, sebagaimana ditunjukkan pada pilkada di Banten sebelumnya.

“Kelihatannya sih rata-rata ke incumbent (petahana). Karena misalnya kita lihat Kabupaten Pandeglang, Ibu Irna Narulita maju, kelihatannya juga ada beberapa partai akan ke sana. Kemudian Kabupaten Serang Ibu Tatu Chasanah, kemudian di Kota Cilegon ada adiknya Pak Iman (Ati Marliati) saat ini sebagai wakil wali kota, itu akan banyak partai bergabung ke sana,” ucapnya.

Meski demikian, sikap lebih memilih petahana tak akan dilakukan oleh seluruh parpol di semua daerah Banten. Ada beberapa parpol yang kelihatannya masih mungkin mengusung calon penantang.

“Biasanya pasti muncul. Karena kalau kita lihat partai yang biasanya siap berlawanan itu Gerindra, PKS, PAN. Itu biasanya selalu muncul sebagai calon penyeimbang, calon lawan dari kelompok petahana,” ucapnya.

Dari semua pilkada di Banten, Kota Cilegon dan Tangerang Selatan dinilai akan menjadi daerah yang paling dinamis. Dua daerah itu hanya memiliki petahana yang jabatannya sebagai wakil wali kota. Sehingga, bisa menjadi pemantik tokoh lokal untuk percaya diri menjadi lawan.

“Sebenarnya yang dinamis itu Tangerang Selatan. Sebab, Pak Benyamin Davnie sebagai wakil wali kota kan tidak semuanya partai dekat sama beliau. Kemudian juga Kota Cilegon juga termasuk agak sedikit ramai, karena yang muncul bukan petahana yang betul-betul dari kepala daerah,” katanya.

Hal hampir senada dikatakan pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin M Zainor Ridho. Dia menilai, petahana di Pandeglang dan Serang dinilai masih cukup kuat. Namun jika perubahan dilakukan orang yang tepat, ia meyakini petahana akan runtuh. Begitu juga di Kabupaten Serang, menurut dia, petahana Ratu Tatu Chasanah masih sulit untuk dikalahkan.

Dia mengakui, calon petahana diuntungkan dari sisi kinerja yang masih aman dibandingkan calon lain. Dari sisi popularitas, dia juga menilai petahana belum ada yang menyaingi. Hal itu dikarenakan popularitas petahana masih belum ada yang mampu menyaingi, jika melihat bakal calon bupati yang kini muncul ke permukaan.

“Ada persoalan lain yang terjadi di Banten. Seperti ada yang ingin melakukan perubahan. Jika perubahan dilakukan orang yang tepat, ia meyakini petahana akan runtuh, termasuk di Kabupaten Serang dalam hal ini Ratu Tatu Chasanah,” ujar M Zainor Ridho.

Selain itu, faktor lainnya petahana sulit dikalahkan karena kalangan masyarakat Banten masih kuat, dengan jaringan yang tertata dan terstruktur dibandingkan dengan calon lain yang kini muncul dan ditenggarai bakal melawan. Mereka dinilai belum cukup secara modal politik.

“Itu tantangan tersendiri. Seperti Kabupaten Serang, persoalannya beda dengan Kota Serang. Kota Serang itu relatif masyarakat terdidik dan melek perubahan politik. Kalau Kabupaten Serang, ini lebih banyak daerah desa. Mereka belum mampu mengubah paradigma politik itu, bagaimana akan bisa masuk ke desa, akan sulit,” tuturnya.

Namun menilik banyaknya sosok yang hendak maju di Pilkada, Dosen Hukum Tata Negara (HTN) UIN Sultan Maulana Hasanuddin tersebut menyebutkan Sosok Lili Romli di Kabupaten Serang punya kans besar untuk melawan petahana.

“Tapi masih fifty-fifty, Lili Romli punya kemampuan di bidang manajerial politik memetakan daerah ke depan karena dia punya pengalaman sebagai staf khusus kementerian desa tertinggal,” katanya.

Sedangkan sosok Eki Baihaki yang merupakan putra mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman (ATN), ia menilai sosok ATN yang masih kuat. Namun dalam pilkada, masyarakat akan melihat bahwa yang maju bukanlah ATN, melainkan anaknya.

“Itu juga jadi pertimbangan. Terus modal sosial Eki juga belum ada di masyarakat. Kalau mau naik harus mampu segalanya. Itu relatif kalau betul-betul mau naik Pak Lili banyak peluang untuk menyaingi,” ucapnya.

Sedangkan untuk petahana Ratu Tatu Chasanah, ia menilai akan memiliki pasangan baru dalam pilkada ini. Hal itu dikarenakan beberapa faktor, mulai dari sisi usia pasangannya saat ini hingga modal jaringan yang belum kuat dibandingkan calon lain.

“Jika Bu Tatu paket sekarang itu ada kemungkinan bisa dikalahkan calon lain, itu harus diantisipasi Bu Tatu. Jangan paket seperti sekarang, itu perlu dipertimbangkan kalau mau tidak kalah. Jadi harus ada tua muda paling tidak ke depan,” tuturnya.

“Yang agak kompetitif itu di Cilegon. Satu sisi calon masih belum kelihatan secara kapabilitas dan aksesibilitas. Walau wakil sekarang mencalonkan, belum tentu parpol menerima. Jadi petahana (di empat kabupaten/kota) masih punya kans kuat,” katanya.

Sementara itu, perlawanan terhadap petahana Cilegon makin sengit. Selain munculnya sejumlah calon independen, juga muncul politisi senior dan wajah-wajah baru seperti pensiunan polisi Awab, politisi muda dari PAN Dede Rohana, dan mantan Sekda Banten Ranta Soeharta.

Dari politisi senior, muncul nama H. Iye Rohiman. Sementara, nama-nama lama yang pernah bersaing di Pilkada Cilegon sebelumnya kembali muncul seperti Helldy Agustian yang kini memimpin Partai Berkarya Banten, dan Ali Mujahidin yang kini memimpin Al Kahiriyah dari jalur independen.

Selain Ali Mujahidin, terdapat beberapa nama lainnya yang akan maju melalui jalur independen dan telah berkonsultasi persyaratan ke KPU Kota Cilegon. Mereka di antaranya Lukman Harun, dan Malim Hander Jhony. (Tim Kabar Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here