Konsumsi Ikan di Kabupaten Serang Masih Rendah

SERANG, (KB).- Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang mencatat, tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Serang baru mencapai 26 kilogram (kg) per kapita per tahun. Angka tersebut, dinilai masih rendah dan masih jauh dari target nasional, yakni sebanyak 54,46 kg per kapita.

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo menjelaskan, tingkat konsumsi masyarakat Kabupaten Serang pada hewan laut atau ikan hingga saat ini masih rendah. Bahkan, masih jauh untuk bisa mendekati target nasional sebanyak 54,46 kg per kapita.

“Sehingga, hal tersebut menjadi persoalan yang saat ini terus dikejar oleh DKPP untuk dituntaskan,” katanya kepada Kabar Banten di ruang kerja, Rabu (21/8/2019).

Ia menuturkan, masih rendahnya tingkat konsumsi ikan di masyarakat terjadi, karena berbagai faktor. Salah satunya, karena masyarakat masih berpedoman dari masyarakat terdahulu, banyak masyarakat yang takut saat mengonsumsi ikan mengakibatkan cacingan dan tidak pintar.

Hal tersebut yang salah. Kemudian, produksi di Kabupaten Serang juga masih kecil, yaitu baru sekitar 81.000 ton per tahun, sementara penduduknya sebanyak 1,5 juta orang. Sementara, rata-rata per orang seharusnya mendapatkan 25 kg, jadi sekitar 25.000 ton harus tersedia.

“Jadi, saat ini sebagian ikan didapat dari luar daerah, seperti Jawa Tengah dan lainnya. Tapi, ikan kami juga keluar begitu panen, maka lari ke Jakarta termasuk bandeng rata-rata dibawa ke Jakarta,” ujarnya.

Menurut dia, DKPP akan terus mengejar target konsumsi ikan yang ditetapkan oleh pemerintah. Salah satunya dengan program gemar makan ikan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Selain itu, pihaknya juga mendorong masyarakat untuk melakukan budidaya ikan air tawar di pekarangan rumahnya.

“Kami kejar terus dengan gemar makan ikan tujuannya untuk mengajak masyarakat, agar lebih banyak mengonsumi ikan, karena ikan mengandung asam lemak tak jenuh kalau di daging sapi atau lainnya ada kolestrol kalau ikan aman,” ucapnya.

Ia mengatakan, saat ini juga, pihaknya sedang menggali potensi yang ada di perikanan. Hal tersebut, untuk dapat meningkatkan produksi ikan, sehingga dari upaya tersebut, diharapkan akan ada kenaikan sebanyak 27 kg per kapita.

“Saya harapkan naik 27 kg per kapita, maka upaya terus dilakukan dengan peningkatan produksinya. Saat ini sedang menggali potensi yang ada di perikanan baik yang ada sumber airnya atau yang tidak ada sumber air dengan membuat kolam terpal, agar masyarakat bisa memelihara ikan untuk dikonsumsi pribadi,” tuturnya.

Ia berharap, masyarakat Kabupaten Serang bisa bergairah dalam budidaya ikan, agar ketersediaan mencukupi, sehingga meningkatkan konsumsi.

“Saat ini juga di Kecamatan Cikeusal baru ada perusahaan yang akan membudidaya lele. Pada 2020 akan diresmikan. Sistemnya bioflok, yaitu sistem menggunakan bakteri aman, jadi nanti kotorannya juga dikonsumsi ikan itu. Jadi, airnya tetap bersih,” katanya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here