Kamis, 13 Desember 2018

Konsultasi Syariah: Uang Hasil Jual Cacing Untuk Beli Beras

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh. Saya seorang pengusaha sekaligus peternak cacing tanah. Sudah lima tahun saya menggeluti usaha ini. Alhamdulillah hasilnya cukup lumayan, bisa untuk membantu biaya sekolah anak-anak saya.

Pertanyaan saya, apakah uang hasil menjual cacing bisa dimanfaatkan untuk konsumsi, misalnya untk mebeli beras dan sebagainya. Demikian, atas jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih.

08532695xxxx

Jawab:

Salah satu keluhuran Islam adalah menghalalkan segala kebaikan dan mengharamkan segala sesuatu yang buruk dan berdampak buruk bagi manusia.

“Dan (Allah) menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al-A’raf : 157).

Terkait kehalalan transaksi dan konsumsi, kaidah yang dijadikan prinsip adalah: “Hukum asal sesuatu adalah halal, kecuali ada dalil yang menyatakan keharamannya”.

Keabsahan jual beli cacing dapat ditinjau dari dua sisi, yang pertama dari sisi zat cacing itu sendiri yang kedua tujuan transaksinya. Jika cacing termasuk kategori hewan yang diharamkan untuk dikonsumsi, maka jual beli dengan tujuan konsumsinya pun haram.

Beberapa parameter haramnya hewan dikonsumsi antara lain:
Hewan yang diharamkan Alquran (Al-Maidah : 4) antara lain: Bangkai (hewan yang mati bukan karena penyembelihan yang sesuai dengan syariat seperti mati tercekik, dipukul, tertabrak dan lainnya. Dikecualikan dari bangkai hewan adalah bangkai belalang, ikan, dan hewan air non-ampibi. Potongan tubuh hewan yang masih hidup juga dikategorikan bangkai), daging babi, dan hewan yang disembelih untuk selain dan dengan nama selain Allah.

Sedangkan hewan yang diharamkan dalam hadits nabi antara lain: Keledai jinak, semua hewan bertaring, semua jenis burung bercakar tajam, jallaalah (hewan yang mayoritas makanan utamanya barang najis), hewan yang diperintahkan membunuhnya (tikus, kalajengking, burung gagak, burung elang, anjing, ular, cicak/tokek), hewan yang terlarang dibunuh (semut, lebah, burung hud-hud, burung shurad, katak).

Hewan yang diharamkan berdasarkan kaidah fiqhiyyah karena tidak tercantum secara jelas dalam Alquran dan Sunnah antara lain jika memenuhi kriteria: Semua hewan yang memakan benda najis dan menjijikan, hewan yang dilahirkan dari hasil silang antara binatang halal dan binatang haram, setiap serangga yang membahayakan.

Berdasarkan kriteria di atas, mayoritas ulama mengkategorikan cacing sebagai binatang yang najis dan/atau menjijikan. Berdasarkan kriteria di atas cacing diharamkan untuk dikonsumsi, oleh karenanya berternak dan bertransaksinya untuk tujuan konsumsi tentu juga haram.

Namun di masyarakat terdapat orang yang profesinya menjual cacing bukan untuk kepentingan konsumsi, namun untuk kebutuhan makanan binatang piaraan dan untuk kepentingan bermanfaat lain seperti sebagai organisme penyubur organik.

Kondisi jual beli untuk pemanfaatan hewan najis dan menjijikan jika bukan diperuntukkan selain konsumsi dan bisa memberikan manfaat maka diperbolehkan oleh ulama Hanafiyah sebagaimana dinyatakan oleh Syeikh Wahbah al-Zuhaili dalam al-Fiqh al-islami wa Adillatuh bahwa dasar pendapat ulama Hanafiyah adalah, “Semua yang mengandung manfaat yang halal menurut syara.’, maka boleh menjual belikannya. Sebab, semua makhluk yang ada itu memang diciptakan untuk kemanfaatan manusia.”

Jika berdasarkan Syafi’iyyah, maka segala sesuatu yang zatnya najis maka tidak diperbolehkan diperjualbelikan. Namun masih dimungkinkan melalui akad lain jika memang dimanfaatkan selain konsumsi dan untuk kepentingan yang halal, misalnya melalui akad ujrah, memberi upah bagi pihak yang mengupayakan ketersediaan barang yang dibutuhkan, melalui akad syirkah (kerjasama) penyediaan kebutuhan barang yang dibutuhkan, atau melalui akad hibah.*


Sekilas Info

Jemaah Majlis Shubuh Safari Ziarah Banten-Jabar

SERANG, (KB).- Jemaah Majlis Shubuh Masjid Jami Nurul Huda Komplek Permata Banjar Asri Kecamatan Cipocokjaya Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *