Sabtu, 20 Oktober 2018

Konsultasi Syariah: Hukum Uang Muka Jual Beli Yang Tertunda

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Pak ustaz, saya mau tanya. Apa status dan hukum uang muka jual beli barang yang ditunda? Misalnya, kalau tidak jadi beli maka uang muka akan hangus.

08787111xxxx

Jawab:

Jual beli barang dengan menggunakan uang muka dibenarkan oleh ulama kontemporer. Hal ini disebabkan adanya kemaslahatan dari transaksi tersebut bagi kedua belah pihak.

Pihak yang membeli dapat mempertimbangkan keputusan membeli selama masa tunggu, pihak yang menjual pun mendapatkan kepastian penjualan.
Jika dibatalkan sepihak oleh pembeli, maka penjual menerima pembayaran sebesar kerugian atas pembatalan tersebut sebagai kompensasi untuk menunggu dan menyimpan barang transaksi selama beberapa waktu.

Jika transaksi dilanjutkan maka pembeli hanya tinggal membayar sisa harga dari barang, karena uang muka dikategorikan sebagian harta yang dibayarkan untuk suatu transaksi.
Ketentuan di Indonesia berdasarkan Fatwa DSN-MUI No: 13/DSN-MUI/IX/2000 tentang Uang Muka Murabahah pada Lembaga Keuangan Syariah.

Secara umum fatwa tersebut memperbolehkan uang muka yang besarnya sesuai dengan kesepakatan. Jika transaksi dibatalkan oleh pembeli (dalam hal ini nasabah LKS), maka pembeli harus membayar ganti rugi.

Jika uang muka lebih kecil dari kerugian yang ditanggung penjual, maka pembeli harus menambahkan agar menutupi kerugian. Sebaliknya, jika jumlah kerugian yang ditanggung penjual lebih kecil dari uang muka, maka selisih sisanya harus dikembalikan kepada pembeli.*


Sekilas Info

Sebanyak 200 Marbot Masjid Dapat Paket Lebaran dan Santunan

SERANG, (KB).- Sebanyak 200 marbot masjid di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Pandeglang mendapatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *