Konsistensi Menuai Prestasi, Atlet Banten Ukir Tinta Emas Asian Games 2018

Peraih medali Asian Games 2018 asal Banten berfoto bersama dengan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo, Kepala Dinas Pemuda dan Olah raga Deden Apriandhi, di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (5/9/2018).*

Atlet Banten secara mengejutkan mampu memberikan prestise untuk bangsa Indonesia. Para patriot olah raga Banten di luar dugaan mampu mengukir tinta emas untuk Asian Games 2018. Tidak tanggung-tanggung, atlet Banten menyumbang enam medali untuk ibu pertiwi. Raihan tersebut turut serta mendongkrak prestasi Indonesia dengan berada di rangking ke-4. Keberhasilan tersebut menjadi prestasi terbaik Indonesia dalam keikutsertaannya di Asian Games.

Raihan enam medali dari Banten tersebut terdiri dari dua medali emas, dua medali perak dan dua medali perunggu. Raihan dua keping medali emas disumbangkan oleh Aris Apriyansah dari cabang olah raga (cabor) paralayang nomor ketepatan mendarat beregu putra, serta satu emas lainnya disumbangkan oleh Rajiah Salsabilla dari cabor panjat tebing di nomor speed relay beregu putri.

Sementara raihan medali perak, disumbangkan oleh M. Fajar dari cabor dayung nomor kano TBR 1.000 meter putra, serta Since Lithasova Yom dari 200 meter putri. Kemudian medali perunggu untuk kontingen Indonesia disumbangkan Banten melalui M. Fajar di cabor dayung kano TBR 500 meter putra, dan Aris Apriansyah dari cabor paralayang nomor cross country beregu putra.

Atas capaian tersebut, Ketua Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Banten Rumiah Kartoredjo tak henti-hentinya bersyukur. Prestasi atlet Banten sekelas Asian Games merupakan capaian yang luar biasa. Ia menjelaskan keberhasilan atlet Banten di pentas Asian Games merupakan buah dari kerja keras latihan dan pembinaan dari KONI Banten.

Meski terdapat kendala dalam setiap latihannya, hal tersebut tidak menjadi alasan bagi atlet untuk berprestasi untuk bangsa dan daerahnya. “Semuanya (keberhasilan) berkat kerja keras atlet dan pembinaan oleh KONI Banten. Memang ada kendala, tapi itu tidak kami jadikan alasan untuk berprestasi untuk Banten dan Indonesia,” kata Rumiah.

Atlet Banten Aris Apriansyah berhasil menyumbangkan satu keping medali emas pada ajang Asian Games 2018. Raihan medali emas tersebut disumbangkan melalui cabang olah raga paralayang pada nomor ketepatan mendatang (KTM) beregu putra di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Rabu (22/8/2018).

Prestasi patriot olah raga Banten dikancah Asian Games, tidak serta merta diraih. Butuh konsistensi untuk meraih prestasi. Proses pembinaan berkelanjutan terus dilakukan KONI Banten dalam mencetak atlet berprestasi. Terbukti sejak awal tahun 2018, KONI Banten menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Jangka Panjang (PJP). Program tersebut dilakukan untuk menempa dan mengasah kemampuan atlet Banten dalam menghadapi Pekan Olah raga Nasional (PON) XX Papua.

Hasilnya, seluruh atlet Banten yang dipanggil untuk membela Indonesia diajang Asian Games, merupakan atlet PJP Banten. Ia mengatakan, di Asian Games sebanyak 21 atlet Banten masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas). Mereka digembleng diberbagai tempat bahkan di luar negeri untuk latihan atau pun uji coba (try out). “Dari 21 atlet sebagian ada di luar negeri karena mengikuti program try out untuk beberapa cabor, salah satunya di Jerman (cabor berkuda),” ucap Rumiah.

Ia menuturkan, 21 atlet Banten yang mengikuti program pelatnas tersebut berasal dari berbagai macam cabor. Mulai dari gulat, panjat tebing, layar, dayung, panahan dan cabor lainnya. Atlet yang mengikuti program pelatnas tersebut merupakan atlet berbakat yang pernah menjuarai event pekan olah raga nasional (PON) dan pernah diikutsertakan dalam SEA Games ataupun kejuaraan internasional lainnya.

“Pernah ikut SEA Games, dayung juara tiga. Kita harapkan untuk panjat tebing (mendapat medali) karena atlet perempuan masih jarang. Kemarin (atlet panjat tebing) pernah diikutkan kejuaraan dunia dan rangking enam,” tutur Rumiah.

Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Banten meraih penghargaan dari KONI Pusat, di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018). Penghargaan tersebut diberikan berkat prestasi yang disumbangkan atlet Banten pada ajang Asian Games 2018.

Target 10 besar PON Papua

Salah satu event yang sudah didepan mata dan dalam persiapan KONI Banten ialah pada Pekan Olah raga Nasional (PON) ke-20 di Papua 2020. Di event olah raga akbar tingkat nasional tersebut, Banten mengincar 10 besar. Target tersebut dianggap realistis karena Provinsi Banten pada PON Jawa Barat (Jabar) 2016 berada di rangking ke-13. “Saya punya keyakinan, doa dan dorongan semua pihak atlet kita akan lebih baik dari PON Jabar. Paling tidak masuk 10 besar (PON Papua), PON Jabar kita rangking ke-13,” kata Ketua KONI Banten Rumiah.

Untuk menggapai target tersebut, KONI Banten mengharapkan dukungan semua pihak terutama Pemprov Banten. Semua persoalan teknis selalu dikoordinasikan dengan Pemprov Banten melalui Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora) Banten agar atlet tidak mempunyai kendala saat berlatih. “Kami terus berkoordinasi dengan Pak Kadispora (Deden Apriandhi) dalam rangka meningkatkan prestasi atlet,” ucap Rumiah.

Gubernur Banten Wahidin Halim didampingi Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo, Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar melambaikan tangan kepada para kontingen pada pembukaan Pekan Olah Raga Provinsi V Banten di Stadion Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Ahad (4/11/2018).*

Ia mengatakan, sebelum menghadapi PON Papua, atlet Banten akan mengikuti Pekan Olah raga Provinsi (Porprov) ke-5 di Kabupaten Tangerang pada November 2018. Ajang tersebut harus dijadikan tolok ukur atlet dalam meningkatkan kapasitas bertanding guna meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. “Ini (Porprov) menjadi ajang berlatih terus untuk atlet kita,” kata Rumiah.

Dalam persiapan PON Papua, atlet Banten tutur Rumiah sedang mengikuti program pemusatan pelatihan daerah (pelatda) jangka panjang. Sebelum dinyatakan lolos sebagai delegasi daerah, atlet Banten akan mengikuti babak kualifikasi di 2019.

“Apabila tidak berhasil di kualifikasi, kita tidak bisa mengikuti PON 2020. Oleh karena itu, kami mengharapkan doa, mudah-mudahan atlet kita banyak yang lolos dan menorehkan medali dari capaian sebelumnya (dari PON Jabar),” tutur Rumiah.

Ia menjelaskan, rangking Banten mengalami peningkatan berdasarkan capaian keikutsertaan dalam PON. Pada PON 2012 Riau, Banten berada di rangking 21 dengan raihan 4 medali emas, 8 perak dan 18 perunggu. Empat tahun kemudian, rangking Banten melesat dari 21 ke urutan ke-13 dengan raihan 47 keping medali yang terdiri dari 11 emas, 10 perak dan 26 perunggu. “Kami berharap PON Papua, prestasi atlet kita lebih baik lagi,” ujar Rumiah.

Keyakinan KONI Banten masuk 10 besar pada PON Papua bukan tanpa alasan. Sebanyak 21 atlet Banten masuk pelatnas Asian Games dan berhasil mempersembahkan 6 medali untuk Indonesia. Banyaknya atlet Banten yang dipanggil pelatnas tersebut menjadi tolok ukur bahwa prestasi patriot olah raga asal Banten sudah berada di level internasional.

Terlebih sumbangan medali dari atlet Banten telah melebihi target yang dipatok KONI Banten. “Hampir semua masuk 8 besar, 6 besar, ada yang masuk 10 besar (di Asian Games). Semua berprestasi, mudah-mudahan event selanjutnya menorehkan prestasi terbaik untuk Indonesia dan Banten,” tutur mantan Kapolda Banten ini.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, prestasi yang dicapai Indonesia dengan masuk 4 besar sudah sangat luar biasa. Prestasi tersebut, kata dia, merupakan capaian yang tidak diduga dan melewati target yang ditentukan Pemerintah Indonesia. “Indonesia sekarang sudah bisa bersaing dengan Asia yang sudah lebih dahulu membina olah raganya. Negara Asian posisinya sudah berada di bawah kita,” ucap Andika.

Diapresiasi

Keberhasilan atlet Banten di kancah Asian Games mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy. 21 atlet Banten yang masuk pelatnas dipanggil ke Pendopo Gubernur Banten untuk diberikan bonus dari pemerintah. Sebanyak Rp 1,1 miliar bonus diberikan kepada atlet dan pengurus cabornya.

“Tentu sebuah kebanggaan (raihan medali) karena ini telah melampaui target dari KONI Banten. Ini (bonus) menjadi bukti dan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam memberikan apresiasi kepada seluruh atlet Banten yang telah mengharumkan nama Banten dan Indonesia di kancah internasional,” kata Andika.

Ia menilai, prestasi yang dicapai Indonesia dengan masuk 4 besar sudah sangat luar biasa. Prestasi tersebut, kata dia, merupakan capaian yang tidak diduga dan melewati target yang ditentukan Pemerintah Indonesia. “Indonesia sekarang sudah bisa bersaing dengan Asia yang sudah lebih dahulu membina olah raganya. Negara Asian posisinya sudah berada di bawah kita,” ucap Andika. (Fahmi Sa’i)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here