KONI Kabupaten Serang Dukung Pembangunan GOR di Tiap Kecamatan

Suasana diskusi ”Obrolan Mang Fajar” bersama KONI Kabupaten Serang, di Kantor Redaksi Kabar Banten, Jl. Jenderal A. Yani No. 72 Kota Serang, Rabu (9/10/2019).*

Kabupaten Serang menjadi salah satu daerah yang melahirkan daerah otonom baru. Yakni Kota Cilegon dan Kota Serang. Tidak sedikit aset daerah yang juga harus dilimpahkan kepada daerah baru, baik berupa Sumber Daya Manusia, pegawai pemerintah, gedung pemerintahan hingga pada sarana prasarana umum.

Salah satu sarana yang harus dilimpahkan ke daerah otonom baru yakni sejumlah sarana olah raga milik Kabupaten Serang, yang harus dilimpahkan kepada daerah otonom baru. Diantaranya Gelanggang Remaja Maulana Yusuf, Stadion Maulana Yusuf, atau Gedung Olah Raga (GOR) Maulana Yusuf. Hal tersebut saat ini berimbas pada belum adanya sarana olah raga umum di Kabupaten Serang.

Padahal keberadaan sarana olah raga milik pemerintah daerah, dapat membantu meningkatkan prestasi atlet daerahnya. Tak hanya itu, keberadaan fasilitas umum berupa sarana olah raga, juga dapat memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat.

Akan tetapi, Pemerintah Kabupaten Serang tidak tinggal diam, karena mereka berencana untuk membangun sejumlah Gedung Olah Raga (GOR), yang rencananya akan ditempatkan diseluruh kecamatan. Hal tersebut disambut baik oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Serang, selaku otoritas tertinggi pembinaan olah raga di Kabupaten Serang.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi Obrolan Mang Fajar yang diselenggarakan di kantor redaksi Harian Umum Kabar Banten, Rabu (9/10/2019). Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus KONI Kabupaten Serang yang dipimpin Ketua KONI Pujiyanto, Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat Rachmat Ginandjar, Pemimpin Redaksi HU Kabar Banten Maksuni Husen, dan dipandu oleh Redaktur Pelaksana HU Kabar Banten Supriyadi Jayasantika.

Pujiyanto, Ketua KONI Kabupaten Serang.*

Ketua KONI Kabupaten Serang Pujiyanto mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang akan membangun sejumlah GOR di kecamatan pada 2020 mendatang. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas maupun kuantitas atlet di Kabupaten Serang.

“Sarana (olah raga) memang minim, tapi disini saya bangga dengan Pemkab Serang melalui Ibu Bupati Ratu Tatu Chasanah yang akan membangun GOR di kecamatan. Jadi nanti olah raga di kecamatan dapat terjaring dan terbina dengan baik, yang dilakukan oleh cabor dan KONI kecamatan,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan selama menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Serang, pihaknya langsung dihadapkan dengan Porprov V Banten. Ia mengaku sempat kebingungan karena ketersediaan atlet yang minim, akibat atlet yang berprestasi pada Porprov sebelumnya sudah tidak ada.

“Jadi saya jujur saat menjabat Ketua KONI langsung kebingungan bicara atlet, karena tidak ada. Yang dulu ikut Porprov dan meraih prestasi sudah tidak ada. Akan tetapi, dengan kerja sama dan team work kami berimpact pada hal yang positif. Akhirnya dalam waktu satu bulan, kami bisa menciptakan atlet yang siap mengikuti Porprov,” katanya.

Terjun langsung

Dalam membina atlet tersebut, ia mengaku sempat terjun dalam pembinaan secara langsung, dalam bentuk memberi contoh saat tes fisik kepada atlet. Hal itu dilakukan agar seluruh atlet Kabupaten Serang terpacu semangat.

“Saya ikut lari, karena pimpinan tidak hanya teori saja tapi juga harus praktik. Saya sampai pingsan, akhirnya atlet semangat dan terbangun semangat kompetisinya. Alhamdulillah Allah memberikan ridhonya, asli hasil kompetisi,” ucapnya.

Ia pun menyoroti olah raga di Indonesia yang sudah keluar dari nilai sportif, karena jual beli gelar juara masih kerap terjadi. “Saat ini sportif itu melenceng artinya menjadi ‘Separo Nitip’, itu terjadi bukannya pengurus memberi semangat kepada atlet untuk meraih prestasi, malah sibuk membeli prestasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia pun menilai seharusnya ada regulasi yang mengatur pelarangan atlet yang sudah berlaga dilevel tinggi untuk turun bertanding dilevel yang lebih rendah. Hal itu dilakukan untuk keberlangsungan generasi atlet di daerah.

“Misalkan jika atlet yang sudah bermain di Porprov, ya seharusnya tidak boleh lagi bermain di Porkab. Begitu juga, atlet yang sudah bermain di PON, ya seharusnya juga tidak boleh bermain dikancah Porprov. Pembinaan itu kan seharusnya arahnya ke atas, bukan malah ke bawah. Jika atlet PON main di Porprov, itu kan artinya malah ke bawah. Atlet Porprov harusnya ke PON bukan ke Porkab lagi,” tuturnya.

Hal tersebut ia terapkan pada pelaksanaan Porkab Serang yang akan diselenggarakan November mendatang. Pihaknya sengaja membuat aturan pelarangan atlet Porprov untuk berlaga di Porkab, demi regenerasi atlet ditingkat Kabupaten Serang.

Olahraga prestasi

Puji mengatakan pembinaan prestasi olah raga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pengusaha maupun perusahaan. Oleh karena itu, sebagai daerah yang memiliki kawasan industri, pihaknya berharap agar perusahaan di Kabupaten Serang turut serta melaksanakan amanat undang-undang untuk membina olah raga.

“Saya meminta agar seluruh industri di Kabupaten Serang turut serta dalam membangun prestasi olah raga. Hal itu sudah tertuang dalam undang-undang. Akan tetapi, saat ini kami sudah bekerja sama dengan beberapa industri, dalam hal masa depan atlet prestasi terkait pekerjaan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Kabupaten Serang Agus Irawan mengatakan dalam hal pembinaan atlet, KONI Kabupaten Serang tidak melupakan peraih prestasi. Alasannya, bagi mereka yang meraih medali emas di Porprov V Banten lalu, telah difasilitasi perkuliahan oleh KONI Kabupaten Serang.

“Bahkan, ada atlet prestasi Kabupaten Serang yang kami beri rekomendasi untuk ikut CPNS, dan akhirnya lolos. Dia atlet aeromodeling atas nama Mida yang lolos CPNS di Kemenkumham. Makanya, para peraih emas di Porkab nanti akan dibina dengan baik untuk dipersiapkan menghadapi Porprov. Kami pun akan memberi sanksi kepada cabor yang tidak membina atlet peraih medali di Porkab,” katanya.

Menurut dia, Kabupaten Serang pun turut andil dalam sumbangsih prestasi Banten dikancah nasional. Hal itu dibuktikan dengan 10 cabor Pra-PON yang diikuti atlet Kabupaten Serang dengan membela nama Banten. “Dari 10 cabor itu, baru 3 yang sudah dipertandingkan. Bahkan ada yang lolos ke PON, yakni dari cabor biliar,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris KONI Kabupaten Serang Sohari mengatakan pihaknya telah menyiapkan Kejurkab untuk meningkatkan kualitas dan jam terbang atlet. Alasannya, jika hanya menunggu pelaksanaan Porkab dan Porprov, maka antara latihan dan kompetisi akan berjalan sangat lama. Sehingga perlu adanya kompetisi ditingkat kabupaten, selain Porkab.

“Porkab itu kan dua tahun sekali, jadi jangkanya terlalu lama untuk meningkatkan jam terbang dan pengalaman bertanding atlet. Makanya kami menyiapkan single event dari masing-masing cabor, untuk ditingkat kabupaten. Selama ini memang sudah ada, tapi baru sebagian cabor saja. Tahun depan, kami minta seluruh cabor melaksanakan itu,” ucapnya.

Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat Rachmat Ginandjar berterima kasih kepada KONI Kabupaten Serang, yang telah bersedia hadir dalam diskusi tersebut. Kabar Banten sebagai media massa lokal siap mendukung pembinaan prestasi di daerah, tak terkecuali di Kabupaten Serang. “Sebagai media massa, kami siap mendukung dan bersinergi dengan KONI Kabupaten Serang untuk meningkatan prestasi olah raga,” tuturnya. (Tim Kabar Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here