Minggu, 18 November 2018

KONI Banten Pede Hadapi PON XX

SERANG, (KB).- Komite Nasional Olah raga Indonesia (KONI) Banten semakin pede (percaya diri) dalam
menghadapi Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX di Papua 2020 mendatang. Alasannya, Banten mampu mengirimkan 21 patriot olah raga terbaik mereka untuk mewakili Indonesia pada ajang Asian Games. Hal tersebut menjadi modal yang baik bagi Banten, untuk berkompetisi pada ajang antar provinsi itu.

Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo mengatakan, sebanyak 21 atlet Banten masuk pelatnas Asian Games dan berhasil mempersembahkan 6 medali untuk Indonesia. Banyaknya atlet Banten yang dipanggil pelatnas tersebut menjadi tolok ukur bahwa prestasi patriot olah raga asal Banten sudah berada di level internasional. Terlebih sumbangan medali dari atlet Banten telah melebihi target yang dipatok KONI Banten.

“Hampir semua masuk 8 besar, 6 besar, ada yang masuk 10 besar (Asian Games). Semua berprestasi, mudah-mudahan event selanjutnya menorehkan prestasi terbaik untuk Indonesia dan Banten,” tutur mantan Kapolda Banten ini. Oleh karena itu, kata dia, Banten memasang target untuk masuk 10 besar PON XX, yang diyakini merupakan target realistis. Apalagi, pada pelaksanaan PON XIX di Jawa Barat 2016 lalu, Banten mampu menempati peringkat ke-13.

“Saya punya keyakinan, doa dan dorongan semua pihak atlet kita akan lebih baik dari PON Jabar. Paling tidak masuk 10 besar (PON Papua), PON Jabar kita rangking ke-13,” ujar Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo. Untuk menggapai target tersebut, KONI Banten mengharapkan dukungan semua pihak terutama Pemprov Banten. Semua persoalan teknis selalu dikoordinasikan dengan Pemprov Banten melalui Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora) Banten agar atlet tidak mempunyai kendala saat berlatih.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pak Kadispora (Deden Apriandhi) dalam rangka meningkatkan prestasi atlet,” kata Rumiah. Ia mengatakan, sebelum menghadapi PON Papua, atlet Banten akan mengikuti Pekan Olah raga Provinsi (Porprov) V di Kabupaten Tangerang pada November 2018. Ajang tersebut harus dijadikan tolok ukur atlet dalam meningkatkan kapasitas bertanding guna meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. “Ini (Porprov) menjadi ajang berlatih terus untuk atlet kita,” ucap Rumiah.

Dalam persiapan PON Papua, atlet Banten, tutur Rumiah, sedang mengikuti program pemusatan pelatihan daerah (pelatda) jangka panjang. Sebelum dinyatakan lolos sebagai delegasi daerah, atlet Banten akan mengikuti babak kualifikasi di 2019.
“Apabila tidak berhasil dikualifikasi, kita tidak bisa mengikuti PON 2020. Oleh karena itu, kami mengharapkan doa, mudah-mudahan atlet kita banyak yang lolos dan menorehkan medali dari capaian sebelumnya (dari PON Jabar),” tutur Rumiah.

Ia menjelaskan, rangking Banten mengalami peningkatan berdasarkan capaian keikutsertaan dalam PON. Pada PON 2012 Riau, Banten berada di rangking 21 dengan raihan 4 medali emas, 8 perak dan 18 perunggu. Empat tahun kemudian, rangking Banten melesat dari 21 ke urutan ke-13 dengan raihan 47 keping medali yang terdiri dari 11 emas, 10 perak dan 26 perunggu. “Kami berharap PON Papua, prestasi atlet kita lebih baik lagi,” kata Rumiah. (FI)*


Sekilas Info

Takluk 4-1 dari PSS Sleman, Persita Turun Peringkat

SLEMAN, (KB).- Persita Tangerang gagal meraih poin kala bertandang ke markas PSS Sleman, Stadion Maguwuharjo dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *