Selasa, 20 November 2018
Wakil Ketua 1 KONI Banten, Engkos Kosasih (tengah) berfoto bersama pengurus KONI Kalimantan Selatan usai kunjungan kerja di KONI Banten, Senin (6/11/2017).*

KONI Banten Kedatangan KONI Kalimantan Selatan

Prestasi olah raga kontingen Banten pada beberapa ajang olah raga di tingkat nasional, khususnya pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, nampaknya cukup menarik perhatian. Alasannya, KONI Banten menerima kunjungan dari KONI Kalimantan Selatan, untuk mempelajari pola pembinaan atlet yang dilakukan KONI Banten, Senin (6/11/2017).

Ketua Rombongan KONI Kalimantan Selatan Helsy Jumanib yang juga selaku Wakil Sekretaris Umum KONI Kalsel mengatakan, tujuan utama kedatangan KONI Kalsel ke KONI Banten untuk mempelajari proses pembinaan atlet. Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan prestasi olah raga Kalimantan Selatan di event olah raga nasional.

“Kami melihat peningkatan prestasi Banten pada PON XIX Jawa Barat 2016 lalu sangat signifikan. Itu dasar utama kami datang ke KONI Banten. Belum pernah ada provinsi yang mampu naik delapan peringkat di PON. Baru Banten saja yang bisa mengukir prestasi itu. Kami ingin tahu seperti apa program yang dimiliki KONI Banten sehingga mampu mencetak atlet berprestasi,” kata Helsy.

Ia tidak hanya ingin berguru tentang pembinaan atlet untuk meraih prestasi, namun juga tentang tata kelola organisasi dan pengelolaan dana hibah. “Kami melihat pembinaan atlet Banten tidak terkendala dengan anggaran. Kalau kami memang tidak menggunakan dana hibah karena sudah diatur dalam peraturan daerah (Perda), yakni 2 persen dari APBD Kalsel. Tapi kami selalu terbentur dengan pencairan awal tahun, bahkan kami dikucur anggaran pada Agustus. Tapi Banten kok lancar-lancar saja. Banyak ilmu yang kami petik dari kunker ini dan akan kami coba terapkan di Kalsel,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 KONI Banten, Engkos Kosasih menyatakan, tidak ada salahnya jika ilmu yang dimiliki Banten ditularkan di daerah lain, sehingga pembinaan olah raga di setiap daerah mengalami pemerataan prestasi. “Kami belum merasa menjadi yang terbaik, tapi penilaian orang kan berbeda-beda. Toh kalau ada daerah lain ingin mengetahui atau belajar tentang cara KONI Banten melakukan pembinaan dan tata kelola organisasi, kami tidak keberatan untuk berbagi. Ilmu memang untuk dibagi demi kesuksesan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, terkait anggaran pembinaan, KONI Banten mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Banten melalui Dispora Banten. “Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala tentang anggaran. Pemerintah Provinsi Banten dan Dispora Banten sangat mendukung penuh seluruh program kegiatan KONI Banten sehingga kami benar-benar fokus terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi,” tuturnya. (Yandri Adiyanda)***


Sekilas Info

Pesilat Banten Akan Ikuti Silat Internasional

Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Banten memastikan akan mengirim pesilatnya, dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *