KONI Banten Inventarisasi Peraih Tiket PON Papua 2020

SERANG, (KB).- Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Banten melalui Bidang Prestasi (Binpres) menginventarisasi peraih tiket ke Pekan Olah raga Nasional (PON) XX Papua 2020. Hal tersebut dilakukan jelang penetapan program Pelatda PON XX Papua.

Anggota Binpres KONI Banten Setyo Purwanto mengatakan, inventarisasi peraih tiket PON sekaligus melakukan analisis dan evaluasi. Ia mengatakan, sampai saat ini baru 18 cabor yang selesai mengikuti babak kualifikasi PON.

“Ada tiga cabor barusan yang melaporkan yakni taekwondo, panahan, dan panjat tebing. Jadi itu baru sampai tahap analisis evaluasi, sedangkan 18 cabor itu sudah menghasilkan 104 atlet dan 20 pelatih,” ucapnya.

Setyo sedang menunggu hasil dari seluruh cabor untuk hasil Pra-PON. Sedangkan untuk program ke depannya akan dipersiapkan Pelatda PON.

“Atlet PJP lanjut terus pembinaan oleh kami. Dalam rancangannya, yang diloloskan hanya di tiga besar dalam satu zona, terkecuali yang di dua zona yang diambil 2 besar saja. Sedangkan untuk yang di atas tiga zona atau pull, hanya juara satu saja atau yang mendapatkan emas saja,” katanya kepada Kabar Banten.

Setyo menjelaskan, untuk hasil inventarisasi dari cabor terjun payung, paralayang, taekwondo, panahan, tinju, panjat tebing, dan layar masih dalam evaluasi bersama di satgas.

“Untuk sementara ke 6 itu belum diplenokan. Berdasarkan data-data pertandingan kemarin karena ini baru selesai kemarin baru,” ujarnya.

Dalam analisis Bidang Satgas di Binpres, Setyo menuturkan, ada dua cabor yang lolos namun tidak sesuai kriteria KONI Banten.

“Golf lolos dari ke Pengurus Besar (PB), namun tidak lolos dari kategori KONI Banten. Begitupun dengan angkat berat pun tidak lolos dari kategori KONI Banten,” tuturnya.

Setyo memberikan tenggat waktu kepada seluruh cabang olah raga (cabor) di bawah naungan mereka, untuk melaporkan hasil Pra-PON sampai akhir 2019.

“Tujuan pemberian deadline waktu itu, karena dilihat dari jadwal yang tetap walaupun ada yang tentatif. Namun berakhir di Desember, jadi kami seperti biasa untuk melaunching Pelatda di awal tahun pada bulan Desember, jadi mau gak mau final pleno kepengurusan kami sampai akhir tahun,” ucapnya menambahkan. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here