KONI Banten Buka Peluang Tambah Kuota Pelatda Jangka Panjang

SERANG, (KB).- Ketua Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Banten, Rumiah Kartoredjo membuka peluang bagi pengurus provinsi (pengprov) cabang olah raga (cabor), untuk menambah atletnya masuk program pelatda jangka panjang (PJP). Ia menegaskan, penambahan kuota atlet masuk PJP terbuka lebar, namun harus memenuhi ketentuan.

“Kami memberi peluang (penambahan), ada degradasi dan promosi. Dia (pengprov) mau nambah silakan tapi ada ketentuan yang harus dipenuhi,” ujar Rumiah kepada Kabar Banten, Senin (14/1/2019).

Ia menjelaskan, program PJP dapat diikuti sampai babak kualifikasi Pekan Olah raga Nasional (PON) 2019. Diluar waktu tersebut sudah tidak bisa lagi, karena KONI Banten fokus untuk persiapan atlet menuju PON Papua 2020.

“Kalau sudah di babak kualifikasi PON sudah tidak bisa (nambah atlet PJP). Sampai saat ini belum ada pengurus yang datang ke saya (minta penambahan atlet PJP),” kata Rumiah.

Seperti diketahui sebelumnya, sejumlah cabor berharap adanya penambahan kuota atlet PJP, untuk memaksimalkan peluang meraih tiket ke PON. Di antaranya yakni Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Banten serta Pengprov Persatuan Olah raga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Banten.

Permintaan penambahan kuota untuk persiapan menghadapi babak kualifikasi pra Pekan Olah raga Nasional (PON) 2019. “Di pra kualifikasi PON 2019 semoga kami dapat meloloskan banyak atlet untuk ke PON, makanya kami minta bantuan KONI Banten minimal kouta PJP ditambah, selama ini belum ada penambahan,” ujar Ketua Pengprov PGSI Banten Hariyanto.

Ia mengatakan, dengan adanya penambahan kuota maka Banten berpeluang mengirim banyak wakilnya di PON 2020 Papua. Saat ini, atlet Banten yang masuk PJP berjumlah lima orang. Jumlah tersebut dinilai belum ideal jika melihat potensi atlet yang saat ini semakin menunjukkan progres baik.

“PJP saat ini berjumlah lima orang idealnya PJP itu kalau memungkinkan kami pinta 10 orang. Kenapa 10 orang nanti kalau terlalu banyak kami jadi beban juga perolehan medalinya,” ucap Hariyanto.

Hal senada diungkapkan Ketua Pengprov POBSI Banten Jhon Hendrik. Ia mengatakan, jumlah atlet PJP dinilai saat ini belum ideal. “Idealnya ada penambahan empat orang untuk atlet program PJP,” ujarnya.

Dalam waktu dekat ini akan menghadapi bagian pembinaan prestasi (binpres) KONI Banten sebelum ke Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo. “Ke bidang binpres dulu baru setelah itu ke Ibu Ketua (Rumiah). Mudah-mudahan nanti di acc (disetujui),” tutur Jhon. (FI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here