Komplotan Modus Undian Mobil Dibekuk

TANGERANG, (KB).- Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menggerebek Kantor Usaha Dagang Surya Agung Perdana di Ruko Golden Boulevard, Blok E41, Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara. Hasilnya diringkus 6 orang pelaku yang berkomplot melakukan penipuan bermodus voucher atau kupon undian.

Keenam pelaku penipuan yang telah ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisial SS, GK, RF, ES, M, dan MS. Mereka menjabat dan berperan saling berbeda. “Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga sudah bayar Rp 14 juta, tapi hanya mendapat penyaring air,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel Ajun Komisaris Alexander Yurikho di kantornya, Jumat (29/3/2019).

Ia menjelaskan, korban pelapor atas nama Ervina, warga Rengas, Kecamatan Ciputat Timur. Ibu rumah tangga tersebut, sempat tergiur oleh kupon undian berhadiah uang tunai, motor, mobil, dan logam mulia.

Ia menuturkan, korban pelapor yang mendapat kupon undian sempat bertemu dengan seorang tersangka GK. Ervina diminta terlebih dulu menyetorkan uang sebanyak Rp 13.999.000 untuk mendapakan kupon undian berhologram.

Kemudian, untuk meyakinkan korban, GK menjamin korban akan diberikan uang pengganti Rp 20 juta apabila kuponnya kosong, sehingga korban dan tertarik mau membayar dan menandatangani surat pernyataan.

“Setelah menyetorkan duit korban diperbolehkan untuk menggosok hologram tersebut, pas dibuka ternyata korban mendapatkan air purifier,” ujarnya.

Menurut dia, hingga kini tercatat sudah ada 7 laporan terkait penipuan undian berhadiah yang dilakukan oleh komplotan. “Yang sudah melapor 3 orang, ada yang konfirmasi juga melalui telepon jadi 7 orang,” tuturnya.

Petugas kemudian menelusuri penipuan yang dijalankan dengan nama usaha dagang Surya Agung Perdana. Ternyata seluruh undian berhologram tersebut, tidak ada satu juga yang mencantumkan hadiah tersebut.

“Kotak ini kami buka, di dalamnya ada 150 voucher yang berhologram semua, kemudian semua hologram kami gosok, isinya tidak ada yang bertuliskan mobil, tidak ada yang bertuliskan motor, tidak ada yang bertuliskan logam mulia, bahkan tidak ada yang bertuliskan uang tunai,” ucapnya.

Atas tindak kejahatan yang dilakukan keenam orang tersangka dijerat melanggar Pasal 8 dan atau 9 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 378 KUHPidana. “Dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun,” katanya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here