Komisioner Komisi Informasi Wajib Penuhi 4 Kriteria

SERANG, (KB).- Terdapat empat kriteria yang wajib dikuasai calon komisioner Komisi Informasi (KI) Banten saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di di DPRD Banten. Empat kriteria tersebut mulai dari penguasaan terhadap keterbukaan informasi hingga pemahaman terhadap teknologi informasi.

Diketahui, timsel calon Anggota KI Banten periode 2019-2023 telah menetapkan 15 nama yang lulus tes wawancara. Rinciannya yaitu Abdul Choir, Fathijah Fitriany, Maskur, Achmad Nashrudin, Heri Wahidin, Nana Subana, Apipi, Hilman, Suwardi, Durotul Bahiyah, Imron Khamami, Toni Anwar Mahmud, Erlina Novita, Lutfi dan Zaenal Abidin.

Ketetapan nama-nama yang lolos tes wawancara disampaikan melalui pengumuman kelulusan tes wawancara yang ditandatangani langsung oleh ketua timsel H. Zakaria Safe’i, pada 30 April 2019.Nama-nama yang lulus tes wawancara tersebut harus mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPRD Banten.

Uji kelayakan dan kepatutan untuk menentukan 5 nama yang akan menjabat Anggota KI Banten periode 2019-2023. Informasi yang dihimpun uji kelayakan dan kepatutan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Komisioner KI pusat Arif Adi Kuswardono mengatakan, poin pertama yang harus diperhatikan DPRD Banten, saat melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon komisioner KI Banten adalah penguasaan terkait keterbukaan informasi. Para calon komisioner tidak hanya mengetahui keterbukaan informasi dari kulitnya saja melainkan secara mendalam.

“Pilih komisioner yang baik lah. Paling tidak ukuran baik ada empat. Satu, harus paham keterbukaan informasi, apa itu keterbukaan informasi harus paham,” katanya, belum lama ini.

Poin selanjutnya yang merupakan bagian kedua adalah penguasaan terkait ajudikasi dan mediasi. Pemahaman ini memuat tentang prinsip dan norma hukum. Poin ketiga, pemahaman terkait pelayanan publik dan terakhir pemahaman paham teknologi informasi. “Isu-isu IT dia harus tahu, jangan sampai cloud computing enggak tahu kan payah. Masa Komisi Informasi enggak tahu cloud computing,” ujarnya.

Ia mengatakan, empat kriteria yang harus dikuasai merupakan bagian melekat pada pelaksanaan tugas sebagai komisioner KI. Dengan penguasaan tersebut mereka akan semakin mudah menjalankan tugasnya. “Yang kaya begitu karena untuk memudahkan mereka. Supaya ketika bekerja enggak hang gitu loh,” ucapnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKSP) Provinsi Banten Komari mengatakan, 15 nama calon Komisioner KI Banten sudah diserahkan kepada DPRD Banten untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan.

Pada tahapan tes itu akan dipilih lima besar komisioner KI yang ditentukan dari rangking nilai. “Tahapannya tinggal di dewan dan kemarin sudah sepakat, mudah-mudahan bisa selesai sebulan. Setidak-tidaknya pokoknya akan selesai di 2019 ini,” tuturnya.

Masa jabatan diperpanjang

Sampai menunggu seleksi komisioner KI Banten periode 2019-2023 rampung, masa jabatan periode saat ini diperpanjang. “Karena kita lakukan seleksi dan belum terpenuhi akhirnya kita perpanjang. Perpanjangannya kita pakai periodik dan kebetulan kemarin ada dewan baru. Kita perpanjang lagi sudah disampaikan sepakat untuk 2019 ini,” katanya.

Ketua Komisi I DPRD Banten Asep Hidaya membenarkan, pihaknya telah menerima surat terkait nama-nama calon Komisioner KI Banten yang akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan. “Tuk uji kelayakan dan kepatutan insya Allah semoga awal bulan Agustus sudah mulai,” ucapnya.

Ketua Komisi I DPRD Banten Asep Hidayat membenarkan, pihaknya telah menerima surat terkait nama-nama calon Komisioner KI Banten yang akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan. “Untuk uji kelayakan dan kepatutan insya Allah semoga awal bulan Desember sudah mulai,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here