Komisi V DPRD Banten Kritik Media Center BPBD Banten

M Nizar, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten.*

SERANG, (KB).- Komisi V DPRD Banten mengkritik kinerja media center atau pusat informasi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten. Mereka menilai fasilitas tersebut belum berjalan optimal dalam mendukung penanggulangan bencana di Banten.

Demikian terungkap dalam kunjungan kerja Komisi V DPRD Banten ke Kantor BPBD Provinsi Banten, Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (19/2/2020).

Ketua Komisi V DPRD Banten M Nizar mengatakan, dalam kunjungan tersebut ada beberapa persoalan yang menjadi sorotan Komisi V DPRD Banten. Salah satunya terkait banjir bandang di Kabupaten Lebak.

“Penanganan kemarin terkait banjir dan pengentasan terhadap persoalan-persoalan yang pernah terjadi, dan tadi sudah dijawab semua,” ujarnya kepada wartawan.

Ia tak menampik Komisi V DPRD Banten mengkritik kinerja media center di BPBD Banten. Fasilitas itu dianggap belum optimal dan perlu dibenahi.

“Memang kritik Anggota Komisi V adalah fasilitas semacam media informasi yang telah diakui BPBD dan itu akan dibenahi, dan kemudian kami akan mendorong itu bersama Komisi V untuk menyupport apa yang dibutuhkan BPBD,” katanya.

Pihaknya memastikan akan memberikan dukungan terhadap kebutuhan BPBD Banten dalam perbaikan fasilitas, termasuk buffer stock atau persediaan penyangga.

“Terkait dengan yang biasanya tidak ada buffer stock hari ini, ke depan BPBD akan melakukan penganggaran terhadap buffer stock itu. Dan komisi akan menyupport. Jadi jangan BPBD sudah menyiapkan gudang begitu besar tapi isinya enggak ada. Selama ini ada buffer stock ada tapi dari BNPB, dari pusat,” ucapnya.

Menurut dia, kemungkinan besar alokasi anggaran untuk BPBD Banten akan meningkat. Hal itu untuk mendukung kebutuhan BPBD dalam memperbaiki fasilitas.

“Tambahan nanti kami akan rancang sama BPBD. Komisi V akan support itu, tinggal waktunya,” ujarnya.

Ia menilai, perbaikan fasilitas BPBD Banten dianggap penting mengingat Banten termasuk salah satu provinsi yang tingkat kerawanan bencananya tinggi.

“Karena Banten ini menjadi salah satu daerah di atas potensinya bencana. Kita berharap harus siap untuk mengatasi persoalan itu. Banten memiliki potensi yang luar biasa untuk bencana,” ucapnya.

Keterbatasan SDM

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Banten E Kusmayadi mengakui, media center di BPBD Banten belum berjalan secara optimal. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.

“Kami akui dan kami akan perbaiki menyiapkan tenaga. Kelemahannya di SDM. Untuk call center sebenarnya sudah ada dan 24 jam. Kemarin itu ada kesalahan karena nomornya berganti,” katanya.

Ia mengatakan, pada tahun anggaran 2021 pihaknya akan mendorong anggaran pengadaan buffer stock . Ia ingin Banten memiliki buffer stock tersendiri selain menerima suplai dari pemerintah pusat.

“Komisi V juga mendorong agar bisa melayani masyarakat dari aspek penyediaan logistik,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here