Komisaris Bank Banten Diganti

SERANG, (KB).- PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk (Bank Banten) akan melaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di salah satu hotel di Kota Serang, Selasa (9/10/2018). Salah satu agendanya, penggantian komisaris yang ditinggalkan Ranta Soeharta karena mencalonkan anggota DPR RI di daerah pemilihan (dapil) Banten II dari Partai Nasdem.

Diketahui, Ranta Soeharta yang juga mantan Sekda Banten merupakan komisaris Bank Banten. Dikutip dari website resmi Bank Banten, Ranta diangkat sebagai komisaris perseroan Bank Banten berdasarkan RUPSLB pada tanggal 31 Oktober 2016. Ia mulai efektif menjabat setelah mendapat persetujuan fit and proper test dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa menuturkan, Ranta Soeharta akan diberhentikan karena yang bersangkutan telah mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI. ”Terkait pencalonan Pak Ranta sebagai caleg, sesuai aturan OJK dan juga KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang bersangkutan harus mengundurkan diri dari komisaris Bank Banten),” ujarnya kepada Kabar Banten, Senin (8/10/2018).

Informasi yang dihimpun wartawan, Ranta Soeharta maju sebagai calon Anggota DPR RI di daerah pemilihan (dapil) Banten II (Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon) dari Partai Nasdem. Untuk memuluskan niatnya ke kursi parlemen, Ranta Soeharta telah mengundurkan diri dari jabatan sebagai Sekda Banten.

Namun demikian, belum diketahui siapa yang akan menggantikan Ranta Seoharta pada jabatan komisaris Bank Banten. Fahmi Bagus Mahesa belum menyampaikannya kepada wartawan. Ia hanya menyampaikan bahwa Ranta Soeharta akan diganti melalui mekanisme RUPSLB. ”Mekanismenya dalam RUPS yang besok (hari ini) akan dilakukan,” ujar Fahmi.

Disinggung sudah beberapa kali Bank Banten melakukan pergantian komisaris, Fahmi juga enggan menjelaskannya. Ia akan menjelaskannya secara utuh saat acara RUPSLB hari ini. ”Besok (hari ini) datang aja yah ke acaranya, biar kita jelasin semuanya yah,” ucapnya.

Terpisah, Pj Sekda Banten, Ino S Rawita menuturkan, pergantian komisaris di tubuh Bank Banten merupakan hal biasa. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan Bank Banten itu sendiri. ”Wajar saja kalau ada penggantian yang kosong, atau penggeseran sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut,” tuturnya.

Menurutnya, suatu organisasi yang ingin berjalan cepat harus memiliki komponen stuktural yang diisi oleh pejabat sesuai dengan kompetensinya masing-masing. ”Sesuai dengan bidang keahliannya, sehingga seluruh mesin penggeraknya jalan semua sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dengan demikian, otomatis kendaraan organisasi itu akan berjalan sesuai dengan keinginan bersama yang ada di organisasi/manajemen tersebut,” tutur Ino. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here