Komarudin: Empat Calon Plt Kalak BPBD Banten Ditolak Gubernur

Komarudin, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten.*

SERANG, (KB).- Gubernur Banten, Wahidin Halim hingga kini belum menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten setelah Sumawijaya mundur, untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Banten. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sudah menyodorkan hingga empat nama pejabat, namun semuanya ditolak.

“Sudah diajukan beberapa nama, beberapa kali. Tapi, pak gubernur belum bisa menemukan yang tepat. Sudah empat nama untuk BPBD, belum ada yang pas,” kata Kepala BKD Banten, Komarudin, kepada wartawan.

Sementara itu, terkait Kadinkes Banten hingga kini masih dijabat Sigit Wardojo. Hal tersebut, karena masih menunggu surat keputusan (SK) gubernur tentang pemberhentian Sigit dari jabatannya. “Kalau Dinkes belum, karena itu harus diberhentikan dulu dari jabatannya. (SK) lagi proses,” ujarnya.

Ia menuturkan, kedua jabatan tersebut, juga nantinya ditempuh melalui mekanisme lelang jabatan bersama jabatan setara eselon II lainnya, yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Desa dan Perempuan (DPMD), Kepala Biro Perekonomian, dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). “Lima posisi, plus jabatan sekda. Dari itu semua kami prioritaskan lelang sekda terlebih dahulu,” ucapnya.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Ino S Rawita memastikan, belum ditunjuknya pejabat baru di dua jabatan tersebut, tidak akan mengganggu pelaksanaan roda organisasi. “Enggak. Jalan juga lah ya, ada gangguan sedikit-sedikit, tapi tidak terlalu dominan. Kalau Dinkes kan bisa tanda tangan, masih jalan itu. Kalau di BPBD memang harus segera diantisipasi, karena sudah agak lama ini,” tuturnya.

Diketahui, Kepala Pelaksana BPBD Banten sebelumnya, yakni Sumawijaya maju sebagai bakal calon anggota lagislatif (bacaleg) DPRD Banten pada Pemilu 2019. Ia maju lewat PDIP di daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Lebak. Sumawijaya resmi mengundurkan diri dari jabatannya per 1 Agustus 2018.

Sementara, Kadinkes Banten, Sigit Wardojo ditahan oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten di Rutan Klas IIB Serang, sejak Kamis (16/8/2018) lalu. Sigit ditahan, karena diduga terlibat dalam kasus kasus korupsi pengadaan genset di RSU Banten yang merugikan keuangan daerah Rp 631 juta. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here