Kodim 0623 Cilegon Gelar Apel Siaga Bencana

Dandim 0623 Kota Cilegon Letkol Arm Rico Ricardo Sirait memimpin "Apel Siaga Bencana Akhir Tahun 2019", di Lapangan Badan Penangganan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Kampung Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Cilegon, Selasa (31/12/2019).*

CILEGON, (KB).- Dalam rangka kesiapan menghadapi bencana dan sebagai bentuk koordinasi dengan intansi terkait dan stakeholder, Komando Distrik Militer (Kodim) 0623 Cilegon menggelar “Apel Siaga Bencana Akhir Tahun 2019”, di Lapangan Badan Penangganan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Kampung Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Cilegon, Selasa (31/12/2019).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Komandan Kodim (Dandim) 0623 Cilegon, Letkol Arm Rico Ricardo Sirait dan diikuti sebanyak 400 orang terdiri dari anggota Kodim 0623 Cilegon, anggota Lanal Banten, anggota Polres Cilegon, anggota Damkar Cilegon, anggota Basarnas, Dishub Kota Cilegon, Tagana Kota Cilegon, BPBD Kota Cilegon, PMI Kota Cielgon, Dinkes Kota Cilegon dan perwakilan unsur masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, Kapolres Kota Cilegon AKBP Yudhis Wibisana, Lanal Banten Mayor Mar Ahmadi, Kasdim 0623 Cilegon Mayor Inf Ferry Ardian, Perwakilan Danramil di jajaran Kodim 0623 Cilegon, Kepala BPBD Kota Cilegon Erwin Harahap, Perwakilan Dishub Kota Cilegon, Kadis Damkar Kota Cilegon, Kepala Tagana Kota Cilegon, Perwakilan Basarnas Provinsi Banten serta tamu undangan.

Dandim 0623 Cilegon, Letkol Arm Rico Ricardo Sirait dalam sambutannya mengajak dan mengevaluasi sejumlah kegiatan penanganan bencana yang telah dilakukan pada musim kemarau yang lalu.

“Begitu susahnya air di wilayah Kota Cilegon menjadi tantangan kita yang utama. Kemudian, tantangan berikutnya adalah kebakaran. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Kota Cilegon memiliki kemungkinan dan kerawanan terhadap potensi bencana alam,” ujar Dandim.

Dandim mengatakan, kegiatan ini sifatnya sosial yang dapat terjadi di wilayah Kota Cilegon. Oleh karena itu, semua yang melaksanakan apel siaga adalah Garda terdepan dalam melaksanakan penanganan bencana.

“Ini adalah orang-orang yang mulia, siap untuk pergerakan pertama kali dalam melaksanakan penanganan bencana,” tegasnya.

Dandim menjelaskan, salah satu bagian dari tahap bencana adalah apel siaga bencana. Diharapkan dengan melaksanakan apel siaga ini, kita bisa mengecek dan melihat kesiapan secara langsung petugas dan relawan pada saat penanganan bencana dilaksanakan.

“Kita semua termasuk orang yang mulia karena memiliki ketulusan, ikhlas dan rela berkorban waktu tenaga demi keamanan dan kenyamanan masyarakat secara keseluruhan. Saya berharap apel siaga bencana ini bisa menunjukkan kepada kita bahwa kebersamaan dan keberlangsungan penangan bencana adalah hal signifikan yang harus kita miliki dan sama-sama kita pupuk serta sama-sama kita pelihara,” ujar Dandim.

Ke depan, ujar Dandim, latihan-latihan bersama antar instansi seperti ini harus makin ditingkatkan agar membuat kita semakin siaga dalam menghadapi dan mengatasi bencana yang ada di wilayah Kota Cilegon secara bersama-sama sehingga memudahkan koordinasi antar instansi.

“Koordinasi adalah yang sangat mudah untuk diucapkan, namun membutuhkan rasa senasib sepenanggungan untuk dilaksanakan. Bukan hanya itu saja yang melaksanakan pertolongan tetapi seharusnya bisa melibatkan semua instansi dan semua institusi dengan harapan bisa bersama-sama mencegah dan bisa menangani setiap bentuk bencana,” pungkas Dandim. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here