Kobong Pesantren di Kopo Terbakar

Pengajar pesantren Al Khulashoh saat menunjukan bagian kamarnya yang terbakar

SERANG, (KB).- Satu bangunan kamar tidur santri (kobong) di Pesantren Al Khulashoh yang berlokasi di Desa Babakan Jaya, Kecamatan Kopo kebakaran pada Selasa (12/12/2017). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang diduga terjadi akibat adanya hubungan arus pendek dari salah satu ruang kamar santri tersebut.

Pantauan di lokasi, tampak ruangan berlantai dua tersebut berwarna hitam pada dinding-dindingnya. Beberapa bagian kayu pada jendela dan juga lantai serta atapnya pun tampak hangus. Walau demikian, banggunan dua lantai yang memiliki masing-masing 2 kamar tersebut masih tegap berdiri. Seorang pengajar Pesantren Alkhulashoh Abdul Aziz mengatakan, kejadian itu terjadi pada pukul 09.00.

Pada saat itu, di kamar tidur tersebut terdapat 3 orang santri yang sedang berisitirahat. Entah ada firasat atau seperti apa, menjelang terjadinya kebakaran itu santri tersebut turun dari kamar yang berada di lantai 2 itu. “Punya firasat mungkin dia tahu-tahu turun. Kalau yang kamar bawah mah banyak santrinya,” ujarnya kepada Kabar Banten di lokasi, Jumat (15/12/2017).

Aziz menuturkan, sekitar 15 menit setelah santri tersebut turun, api pun langsung membesar dari salah satu kamar. Disinyalir api tersebut berasal dari konsleting arus listrik yang menyambar kasur busa di kamar tersebut. “Itumah langsung saja kepulan merah di atas kamarnya,” katanya.

Kobaran api kemudian membesar dan membakar semua isi kamar tersebut. Mulai dari tempat tidur, uang, pakaian hingga kitab ludes terbakar. Walau demikian, dirinya mengaku bersykur sebab tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Melihat kobaran api, warga pun langsung datang untuk membantu. Beruntung di sekitar kejadian terdapat banyak sumber air, sehingga dengan bantuan warga sekitar api tersebut berhasil dipadamkan.

“Enggak lama jadinya api itu berhasil dipadamkan sama warga. Terus pas kejadian juga dari polsek dan PLN langsung kesini dan membantu,” ucapnya. Karena peristiwa itu, untuk sementara kamar tidur santri tidak bisa ditempati. Sebab memerlukan perbaikan cukup besar. “Dibantuin warga pasang asbes supaya enggak banjir kalau hujan,” katanya.

Sementara, ujar dia, santrinya yang berjumlah 25 orang tersebut tinggal di kobong belakang yang letaknya tidak jauh dari lokasi. Sampai saat ini, pihaknya masih belum mendapatkan bantuan. “Bantuan dari warga aja. Harapannya sih bisa kembali layak pakai, terutama kabel diganti semua,” tuturnya.

Kepala Desa Babakan Jaya, Kecamatan Kopo M. Zudin mengatakan, pada saat kejadian dirinya sedang berada di Bogor sehingga tidak melihat secara langsung peristiwa itu. Namun saat ini pihaknya sudah menyampaikan informasi kebakaran tersebut kepada kecamatan dan juga dinas terkait. Dirinya pun berharap bantuan bisa datang secepatnya. “ Ya sabar dulu, kan kita sudah sampaikan. Kalau maunya mah kita juga langsung,” ujarnya.(DN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here