Koalisi Pilkada Kota Cilegon Dinilai Terlalu Dini

CILEGON, (KB).- Sejumlah politisi di Kota Cilegon menilai pembentukan koalisi partai politik (parpol) untuk pemilihan Wali Kota Cilegon terlalu dini.

Politisi Partai Demokrat Cilegon Ibrohim Aswadi mengatakan, meksipun tahapan Pilkada Kota Cilegon 2020 diperkirakan akan dimulai September, namun saat ini belum waktunya untuk membicarakan koalisi.

”KPU sendiri saat ini masih melakukan rekapitulasi perolehan Pemilu 2019,” katanya, Ahad (12/5/2019).

Ia memprediksi, KPU akan menetapkan tahapan Pilkada Kota Cilegon 2020 setelah Pemilu 2019 selesai.

“Saya juga mendapat informasi seperti itu, mengenai tahapan Pilkada Cilegon yang akan dimulai September 2019,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abbas. Pihaknya belum membahas Pilkada Kota Cilegon, karena penetapan caleg terpilih saja belum dilakukan KPU.

Partai Golkar, ucap dia, sebagai pemenang Pemilu 2019 di Kota Cilegon dipastikan mendapat 10 kursi legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon.

Dengan demikian, Partai Golkar bisa mengusung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon. Meski demikian, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan parpol lain.

“Tapi untuk sekarang, kami belum melakukan komunikasi, karena masih harus menunggu arahan dari pak ketua (Ketua DPD Partai Golkar Kota Cilegon),” tuturnya.

Sebelumnya, DPD Partai Berkarya Kota Cilegon menyampaikan keinginannya, agar koalisi partai pengusung Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) pada Pemilu 2019, bisa dilanjutkan berkoalisi pada Pilkada Kota Cilegon 2020.

Ketua DPW Berkarya Banten Helldy Agustian mengatakan, koalisi harus terus sampai pada tingkat pilkada. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here