Jumat, 21 September 2018

KLHK Dalami Kebocoran Pipa Gas di Perairan Pulau Panjang

SERANG, (KB).- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang mendalami kasus kebocoran pipa gas bawah laut milik PT China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) di Perairan Bojonegara, Kabupaten Serang. Hal tersebut untuk menganalisa dampak kebocoran tersebut terhadap lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, Husni Hasan mengatakan, sehari pasca kebocoran, pihaknya bersama KLHK langsung menerjunkan petugas untuk menganalisa dampak lingkungan. Caranya dengan mengambil sampel air laut untuk kemudian dicek di laboratorium.

“Sudah, sehari sesudahnya langsung turun (ke lokasi kebocoran pipa gas),” katanya saat ditemui wartawan di Masjid Raya Albantani, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (13/7/2018).

Petugas yang diturunkan terdiri dari KLHK dan DLHK Banten, jumlahnya sebanyak empat orang. Untuk hasilnya, belum diketahui karena proses uji laboratorium masih berjalan. “Karena itu lintas provinsi, sehingga amdalnya ada di KLHK. Tapi kita ikut membantu fasilitasi, waktu itu sudah ambil sampel,” katanya.

Ia menginginkan agar hasil uji di laboratorium dapat keluar dalam waktu dua minggu. “Kita engga menargetkan. Kalau kita (menginginkan) sekitar dua minggu. Di sana juga kan (lokasi kebocoran) sudah dikasih police line,” ucapnya. Hasil pemeriksaan sementara, kebocoran pipa gas tidak begitu berdampak terhadap pencemaran lingkungan. Sebab, semburan gas dari pipa yang bocor merupakan gas yang termasuk ramah lingkungan.

“Informasi sementara bahwa semburan itu tidak berdampak penting terhadap lingkungan. Artinya, gasnya itu gas ramah lingkungan jadi dari sisi lingkungan hidup tidak berdampak penting terhadap kerusakan. Secara kasat mata visual di lapangan seperti itu,” tuturnya.

Namun demikian, hasil pasti dampak lingkungan dari kebocoran masih menunggu pemeriksaan. “Itu sedang kita dalami dengan KLHK. Bergantung hasil laporan laboratorium dari mereka. Biasanya kalau kita yang melakukan itu, biasanya 10 sampai 2 minggu selesai. Mudah-mudahan mereka juga sama, sekitar segitu,” katanya.

Jika terbukti berdampak lingkungan, maka pihak yang terbukti ceroboh menyebabkan kebocoran dapat dikenakan sanksi. “Kalau berdampak lingkungan ada aturannya, ada sanksinya bergantung bagaimana beratnya,” tuturnya.

Baca Juga: Pipa Gas di Perairan Pulau Panjang Bocor

Diberitakan sebelumnya, pipa gas milik PT CNOOC yang berada di tengah Perairan Pulo Panjang, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, mengalami kebocoran, Senin (9/7/2018). Kebocoran disebabkan pipa gas terkena jangkar kapal besar berbendera Jepang, sehingga menyebabkan semburan air laut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, semburan gas tersebut terjadi sekitar pukul 09.30. Lokasi kebocoran berada pada posisi S 05.55.052 – E 106.07.075 atau sekitar 3-5 mil di tengah lautan. Pipa gas tersebut merupakan jalur suplai gas pembangkit listrik dari PT CNOOC ke turbin PT PLTGU Cilegon. Akibat kejadian itu, salah satu turbin PT PLTGU mati. (SN)*


Sekilas Info

Program Serang Sehat Belum Memuaskan

SERANG, (KB).- Program Serang Sehat dinilai belum memuaskan. Hal tersebut salah satunya, karena masih kurangnya koordinasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *