Sabtu, 15 Desember 2018

Klarifikasi Tuduhan Pelanggaran Kampanye, Dimyati Natakusumah Hormati Panggilan Bawaslu

PANDEGLANG, (KB).- Achmad Dimyati Natakusumah memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pandeglang untuk memberikan klarifikasi atas tuduhan pelanggaran kampanye, Senin (3/12/2018). Calon anggota legislatif DPR RI daerah pemilihan Banten 1 (Pandeglang-Lebak) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini diundang resmi Bawaslu atas dugaan aparatur sipil negara (ASN) yang hadir saat acara deklarasi relawan di Bakso Ngeces, Cimanuk pada 24 November 2018.

Saat dikonfirmasi Kabar Banten, Dimyati Natakusumah membenarkan dirinya telah memenuhi undangan Bawaslu. Menurut dia, sebagai warga negara tentu harus menghormati aturan, karenanya politisi PPP yang hijrah ke PKS ini mengaku legowo untuk memberikan klarifikasi ke Bawaslu. Ia berharap kepatuhannya terhadap aturan ini bisa menjadi bagian dari patuh demokrasi yang bisa menjadi contoh bagi politisi lain mau memberikan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran kampanye.

“Saya memenuhi undangan Bawaslu untuk memberikan contoh kepada yang lain, agar mau memberikan klarifikasi, sehingga semua persoalan bisa jelas dan terang benderang. Iya, saya sudah klarifikasi ke Bawaslu, tadi juga saat proses klarifikasi ada teman-teman mahasiswa menyampaikan tuduhan menggunakan fasilitas mobil dinas. Jadi, waktu itu saya pulang dari Mandalawangi untuk mampir memenuhi undangan deklarasi Bara Muda di Bakso Ngeces,” ujar Dimyati.

Meski demikian, politisi nasional ini mengaku senang bisa memberikan klarifikasi, sehingga informasi yang beredar tidak simpangsiur. Dengan demikian, klarifikasi ini bisa memberikan kejelasan, kebenaran informasi sehingga beritanya akurat dan tidak sepihak.

“Iya, jadi bapak juga senang dan ambil hikmahnya. Ya, tadinya orang tidak tahu kalau saya nyalon anggota DPR RI dari PKS, jadi orang bisa tahu. Tadinya orang mengira saya di PPP, ternyata masyarakat tahu sekarang saya hijrah ke PKS. Soal aksi mahasiswa tadi ke Bawaslu, itu kan aspirasi, jadi aspirasi yang positifnya bisa kita cerna dan aspirasi negatif, jangan dicerna,” ujarnya.

Baca Juga: ASN Kampanyekan Caleg DPR RI, HMI Desak Bawaslu Tegas

Sementara itu, massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pandeglang menggelar demo di Bawaslu terkait dugaan penggunaan kendaraan dinas dalam acara Bara Muda Dimyati. Ketua PMII Pandeglang, Muhamad Basir mendorong Bawaslu untuk menindak setiap peserta pemilu yang melanggar.

“Kami ingin Bawaslu bersikap netral dan tegas dalam menegakkan peraturan, karena kami menyayangkan beberapa temuan yang terkesan tidak digubris oleh Bawaslu. Kami harap Bawaslu tegas menjalankan pengawasan pemilu,” ucap Ketua PMII Pandeglang, Muhamad Basir.

Ketua Bawaslu Pandeglang, Ade Mulyadi mengatakan, proses pemanggilan terhadap DN sudah dilaksanakan dan akan dikaji. Ia mengatakan, poin yang disampaikan dalam klarifikasi yaitu dugaan penggunaan kendaraan dinas yang bernomor polisi A 45 J milik pejabat Diskomsantik.

Seperti diketahui, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pandeglang berunjuk rasa di depan Kantor Badan Pegawas Pemilu (Bawaslu) Pandeglang, Jumat (30/11/2018). Dalam aksinya, mereka kecewa dengan kinerja Bawaslu yang dinilai kurang tegas menegakkan atutan. Sebab, terkesan tak berani mengusut keterlibatan ASN ikut berkampanye mendukung salah satu calon legislatif DPR RI berinisial DN. (Ade Taufik/EM)*


Sekilas Info

Irna Narulita Kampanyekan Magrib Mengaji

PANDEGLANG, (KB).- Rongrongan yang datang saat ini bukan lagi dalam bentuk perang, namun lebih kedalam idiologi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *