KKP Perluas Tambak Garam

kelangkaan garam

SERANG, (KB).- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia berencana menambah 20 hektare tambak garam di Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. Hal tersebut, karena tambak garam di wilayah tersebut, dinilai cukup menjanjikan dan berpotensi memberi sumbangsih terhadap produksi garam nasional.

Sekretaris Desa Domas, Kecamatan Pontang Syahroni mengatakan, tambak di wilayahnya, terdiri dari tambak garam dan udang. Bahkan, yang terbaru mulai mengembangkan udang vaname. Selain itu, ada juga tambak garam yang mulai dikembangkan. Bahkan, garam dari wilayah Domas termasuk berkualitas baik.

“Kementerian Kelautan (KKP) juga menjanjikan tambak garam 20 hektare untuk Domas saja. Tapi, harus jauh dari laut. Infonya sudah ada yang produksi dan bagus tambak garam itu, bahkan sudah mulai dijual. Tapi, belum tahu berapa (luasnya), karena di Domas juga belum ada data baru mulai, namun menjanjikan,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (12/3/2019).

Ia menuturkan, pihak kementerian saat ini sudah melakukan pengecekan terhadap 20 hektare lokasi yang akan dijadikan tambak garam tersebut. “Sudah cek lokasi, nanti dicek lagi katanya infonya garam di sini bagus,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo membenarkan adanya rencana pengembangan tambak garam tersebut. “Rencana gitu ada pengembangan. 20 hektare rencananya,” ucapnya.

Menurut dia, untuk saat ini lokasi tambak juga sudah dicek bahkan sudah dilakukan beberapa kali kajian. Selain itu, pemilik lahan juga sudah dikumpulkan dan telah dilakukan sosialisasi.

“Itu untuk percontohan, supaya garam berkembang di kami. Kebutuhan garam kami masih jauh dan impor, mudah-mudahan kami bisa kontribusi untuk garam nasional,” tuturnya.

Disinggung terkait potensi, Harjo sapaan akrabnya mengatakan, sangat baik. Sebab, air baku garam di wilayah tersebut, BE-nya sudah 7. Dengan demikian, tidak butuh waktu lama untuk menjadi garam.

“Itu hasil kajian. Rencananya lokasinya di satu tanah terintegrasi enggak bisa dipecah- pecah. Pembiayaan dari kementerian. Petani hanya lahan dan tenaga,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here