KKM Uniba Manfaatkan Limbah Alam

Mahasiswa KKM kelompok 5 Uniba bersama komunitas remaja masyarakat Cibetung ditemani Pejabat sementara Desa Barugbug membuat lampu lampion dari jerami dan bambu, di Kampung Cibetung Barugbug, Rabu (14/8/2019).*

SERANG, (KB).- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 5 Universitas Bina Bangsa (Uniba) memanfaatkan limbah alam dengan menyulap jerami dan bambu menjadi kerajinan lampu lampion. KKM Kelompok 5 Uniba tersebut berlokasi di Desa Cibetung Barugbug, Kecamatan Padarincang, Rabu (14/8/2019).

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Uniba Desa Barugbug Dewi Surani mengatakan, pembuatan lampion tersebut sebagai rangkaian dari kegiatan dari bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pihaknya mengajak pemuda di Desa Barugbug serta masyarakat untuk membantu membuat kerajinan dari limbah alam.

“Kami berinovasi membuat hiasan lampu dari jerami dan bambu kepada pemuda dan masyarakat, agar untuk meningkatkan perekonomian mereka dengan menjual hasil produk tersebut,” kata Dewi kepada Kabar Banten.

Ia menjelaskan, pembuatan lampion dari bahan limbah alam tersebut dari bambu, kayu yang banyak ditemukan disekitar Desa Barugbug. Pihaknya ingin memberikan keterampilan kepada warga desa dengan tujuan agar bisa diteruskan untuk menjadi peluang usaha yang bisa diandalkan.

“Bahan dasar bambu yang mudah ditemukan tersebut akan lebih bermanfaat. Mahasiswa bersama pemuda tersebut dapat menyalurkan kreativitasnya menjadi barang kerajinan-kerajinan unik yang bernilai ekonomis,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Barugbug Nani menyambut baik kegiatan pelatihan kerajinan lampion itu. Alasannya, hal tersebut dapat membantu pemuda untuk berkreativitas dalam membuat kerajinan yang bahannya mudah didapat dari sekitar mereka.

“Terima kasih mahasiswa KKM Kelompok 5 Uniba yang telah mengajak pemuda dan masyarakat untuk membuat kerajinan. Kegiatan tersebut ke depan bisa dilanjutkan oleh warga karena dapat menjadi peluang usaha bagi mereka,” ujarnya.

Peserta pelatihan dari Komunitas Masyarakat Remaja Cibetung Irfanuddin mengaku siap untuk meneruskan pembuatan lampion, serta menjadikan usaha bagi komunitasnya. Ia menilai, usaha kerajinan lampion tersebut menjanjikan karena bahan yang mudah didapat serta biaya yang tidak mahal.

“Kami sangat termotivasi dengan adanya pelatihan tersebut. Kita bisa membuat kerajinan apapun sesuai dengan kreativitas kita sehingga menjadi peluang usaha,” tuturnya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here