Kinerja Keuangan Melambat, Bank Banten Ubah Dewan Komisaris

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. Fahmi Bagus Mahesa (kiri) saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dilaksanakan di Hotel Le Semar, Kota Serang, Senin (25/3/2019).*

PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk. (Bank Banten) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Hotel Le Semar, Kota Serang, Senin (25/3/2019). Selain membahas kinerja Bank Banten Tahun 2018, rapat juga memutuskan perubahan Dewan Komisaris.

Dalam susunan dewan komisaris, semuanya diisi komisaris independen yakni Plt Komisaris Utama diduduki Media Warman dan Titi Khoiriah sebagai komisaris. Sedangkan susunan direksi Direktur Utama masih dijabat Fahmi Bagus Mahesa serta Kemal Idris dan Jaja Jarkasih sebagai direktur. Dewan komisaris dan direksi efektif setelah mendapat persetujuan Uji Kemampuan dan Kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam RUPS itu, dihadiri oleh pemegang saham mewakili 67,59% dari seluruh jumlah saham yaitu 64.109.430.357 lembar saham yang dikeluarkan. Hadir pula Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Banten Mahdani sebagai perwakilan Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban, Pemegang Saham Pengendali PT Banten Global Development (BGD) serta Pemegang saham dan undangan lainnya.

Rapat dipimpin oleh Plt Komisaris Utama/Komisaris Independen Bank Banten Media Warman dan pemaparan Laporan Tahunan Tahun Buku 2018 dilakukan oleh Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa.

RUPST Bank Banten itu menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2018 dan laporan tahunan yang menyajikan kinerja keuangan Bank Banten tahun 2018. Dalam laporannya, disebutkan bahwa pertumbuhan total aset meningkat sebesar 23,80% secara year on year (yoy), dari Rp 7,66 triliun pada 2017 menjadi Rp 9,48 triliun. Namun, kredit yang diberikan pun meningkat sebesar 7,99% secara (yoy) dari Rp 5,11 triliun pada 2017 menjadi Rp 5,51 triliun pada 2018.

“Pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga meningkat sebesar 19,84 persen secara (yoy) dari Rp 5,55 triliun pada 2017 menjadi Rp 6,66 triliun pada 2018. Sedangkan rugi bersih pada 2018 menjadi sebesar Rp 100 miliar,” kata Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa.

Selain itu, disetujui strategis untuk melakukan penguatan permodalan, pembenahan proses bisnis, peningkatan kualitas jaringan dan layanan, pengembangan produk dengan dukungan SDM yang profesional, serta penguatan teknologi informasi untuk mendukung perbaikan kinerja.

Dampak ekonomi global

Dalam RUPST itu, juga terungkap sejumlah indikator kinerja keuangan Bank Banten menunjukkan perlambatan, meskin tetap tumbuh. Hal itu dipengaruhi dari dampak ekonomi global dan kondisi industri perbankan nasional yang terpengaruh dari normalisasi kebijaksanaan moneter Amerika Serikat dan situasi geopolitik.

“Strategi telah dipersiapkan oleh Perseroan untuk terus menjalankan komitmen dalam memberikan layanan yang sejalan dengan kebutuhan nasabah. Memasuki era digitalisasi perbankan, Perseroan terus berupaya untuk meningkatkan sistem teknologi dan menciptakan inovasi demi memberikan kemudahan kepada nasabah serta pengembangan Internet Banking dan pengembangan produk,” ucap Dirut Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa.

Dia mengatakan, perseroan terus mengembangkan integrated payment system untuk meningkatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah pemerintahan/institusi dan berperan aktif dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Banten. Seperti halnya pengembangan Penerimaan Pembayaran e-Samsat Provinsi Banten. Untuk membantu para wajib pajak melakukan kewajibannya, saat ini sedang dikembangkan pembayaran PKB Tahunan melalui berbagai Payment Point Online Bank (PPOB) Seperti FastPay, Toko Retail (Indomaret & Alfamart), DANA, dan Tokopedia.

Selain itu, kedepannya Bank Banten diharapkan dapat menjadi bank penerima PBB, BPHTB dan Pajak lainnya yang menjadi sumber penerimaan daerah di Kabupaten dan Kotamadya di Wilayah Banten. Layanan yang saat ini telah berjalan dan terus dilakukan pengembangan adalah Penerimaan Pembayaran e-Samsat Nasional, SP2D Online, MPN G-2, SPAN dan Perseroan telah ditunjuk oleh PT Taspen (Persero) dalam kerja sama pembayaran pensiun. (Rizqi Putri)*

1 KOMENTAR

  1. Ganti Fahmi MaGaBut ama mr. Sofyan baasir… Jamin 100% bank Banten akan melesatttt…. Jangan yg cuma MaGaBut alias makan gaji buta doank…. He he he

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here