Minggu, 18 November 2018

Kinerja DPUPR Pandeglang Dinilai Lemah

PANDEGLANG, (KB).- Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang berunjuk rasa di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Jumat ( 9/11/2018). Mereka menilai kinerja pejabat DPUPR lemah dalam mengawasi progres pembangunan. Akibatnya, banyak hasil pekerjaan proyek tidak berkualitas. Massa yang dikomandoi Bayu Akmaludin menilai, banyak kegiatan pembangunan yang kurang berkualitas.

Untuk itu, lanjut Bayu, pemerintah harus berani mencoret rekanan yang pekerjaannya tidak memenuhi prosedural. Sebab, pekerjaan seperti itu hanya akan merugikan keuangan daerah. Selain itu, progres pembangunan dinas tersebut kurang dinikmati masyarakat sebagai penerima manfaat.

Menurut Bayu, banyaknya pekerjaan kurang sesuai harapan masyarakat itu akibat lemahnya pengawasan. Sehingga hasil pekerjaan tidak terkontrol dengan baik. Ia mencontohkan, salah satu progres pembangunan yang buruk adalah hasil pembangunan ruas jalan Majau. “Hasil pekerjaan ini harus menjadi catatan bagi dinas terkait, karena badan jalannya terjadi keretakan. Seharusnya pelaksana proyek mampu mengerjakan jalan dengan baik dan dinas wajib mengawasinya, jangan melepas begitu saja pekerjaan tanpa pengawasan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua HMI Pandeglang, Fikri Anidzar Albar menilai banyak hasil pekerjaan yang kurang berkualitas. Hal itu disebabkan akibat kurangnya pengawasan dilakukan oleh pejabat tersebut. “Bukan satu, dua pekerjaan saja yang tidak berkualitas sehingga tidak memberikan manfaat bagus kepada masyarakat. Akibat pekerjaan buruk akan merugikan anggaran daerah yang bersumber dari uang rakyat,” ujarnya.

Selain lemahnya kinerja juga sebagian rekanan proyek kurang profesional, sehingga kualitas pekerjaan rendah. “Kami melihat ada ketidakseriusan kontraktor pelaksana. Kenapa demikian, karena banyak hasil pembangunan yang kurang sesuai dengan harapan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala seksi Pembangunan Jalan DPUPR Pandeglang, Jaenal Huri mengatakan, pekerjaan Jalan Sodong Pintu tersebut merupakan kualitas beton yang paling rendah, dengan jenis beton bersambung tanpa tulangan. Selain itu, ada temuan keretakan akibatkan kurangnya perawatan.

“Jenis beton yang di Sodong Pintu-Majau itu adalah jenis beton bersambung tanpa tulangan, kalau ada keretakan biasanya akibat pondasi yang kurang kokoh. Kalau untuk keretakan itu bisa jadi, karena pengecorannya dilaksanakan saat terik matahari. Saya pernah ke sana juga, tapi kalau instruksi itu sudah dijalankan oleh pelaksana proyek,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Pandeglang, Girgi Jantoro yang dihubungi beberapa kali lewat telepon genggamnya belum bisa dihubungi, karena teleponnya tidak aktif. (Ade Taufik/EM)*


Sekilas Info

Pemilih Pemula Perempuan Diberikan Pendidikan Politik

PANDEGLANG, (KB).- Pemilih pemula perempuan diberikan pendidikan politik dalam kegiatan “Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula Perempuan”, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *