Kewaspadaan Penyebaran Virus Corona, Pengawasan TKA Diperketat

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten memperketat pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA) di Banten, terlebih TKA yang berasal dari Cina sebagai negara terdampak virus corona.

Pengawasan dengan melakukan cek kesehatan TKA di Banten pada Februari 2020 itu, merupakan bagian dari kewaspadaan penyebaran penyakit pneumonia berat tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Disnakertrans Banten Erwin Syafrudin mengatakan, virus corona sudah menjadi isu nasional. Kemenaker juga sudah memberikan edaran terkait kewaspadaan penyebaran penyakit pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya itu.

“TKA itu kewenangan pusat dan terkait virus corona sudah menjadi isu nasional bukan daerah. Meski demikian, kami tetap melakukan antisipasi dari sisi ketenagakerjaan. Kita punya acuannya dari Kemenaker,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/1/2020).

Langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yaitu dengan melakukan cek kesehatan kepada TKA di Banten. Langkah ini rencananya dilakukan pada Februari 2020, melibatkan instansi lain berikut pengawas ketenagakerjaan.

“Nanti formatnya seperti apa, kita akan buat SOP (standar operasional prosedur). Kami punya 78 pengawas yang akan kita bagi dan bergerak bersama Dinkes ke perusahaan yang menggunakan TKA,” katanya.

Selain mengecek kesehatan, pihaknya juga meminta kepada pekerja melakukan upaya pencegahan. Salah satunya menggunakan masker saat berada di tempat kerja.

“Harus semua dari mulai pekerja harus safety, kita sarankan pakai masker. Kami sudah memberikan imbauan itu kepada pengawas untuk mengimbau kepada pegawai yang ada di lingkungan pabrik maupun perusahaan,” tuturnya.

Antisipasi penyebaran perlu dilakukan mengingat Banten memiliki banyak TKA yang berasal negara terdampak virus corona. Beberapa di antara akan kembali ke Banten pascalibur imlek.

Meski demikian, dia meyakini TKA yang masuk ke Banten belum ada yang terjangkit virus corona. Sebab, sebelum tiba di Banten mereka sudah melewati tahapan pemeriksaan ketat, baik di bandara maupun pintu masuk lain.

“Dia sudah kena detektor dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan) di pintu terminal bandara, begitu juga di Pelabuhan Merak. Sementara ini belum ada yang kami deteksi (terduga terdampak virus corona),” katanya.

Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap virus corona. Surat itu merupakan tindak lanjut surat edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan No. SR.03.04/II/55/2020, tentang Kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit pneumonia dari Republik Rakyat Tiongkok ke Indonesia.

Dalam surat edaran yang ditujukan ke puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota itu, Dinkes Pemprov Banten menganjurkan untuk melakukan langkah-langkah deteksi dini dan pencegahan terhadap virus corona. (Sutisna)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here