Ketua RT dan RW Mundur Massal

TANGERANG, (KB).- Delapan ketua rukun tetangga (RT) dan empat ketua rukun warga (RW) di Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel mengundurkan diri. Mereka secara serentak menyerahkan stempel ke kantor kelurahan, Kamis (24/6/2019) lalu.

Menurut keterangan salah satu ketua RT berinisial K, dia mengundurkan diri, karena tidak ada kejelasan masa bakti. “Masa jabatan kami sudah habis selama 1 tahun 2 bulan. Dari 15 Mei 2018 sampai juni 2019 tidak ada SK (surat keputusan) perpanjangan ataupun secara lisan dari kelurahan,” katanya, Rabu (3/7/2019).

Ia menambahkan, pengunduran diri secara bersamaan, adalah hasil kesepakatan para ketua RT dan RW tersebut. “Jadi, ada wilayah perkampungan dan perumahan. Ini bukan satu atau dua orang saja, ada 8 RT dan 4 RW,” ujarnya.

Namun, dia tetap melayani warga selama yang membutuhkan pelayanan dari ketua RT. “Kalau pelayanan kami tampung baik itu keluh kesah atau masalah. Terus kami arahkan ke kelurahan, karena kami masih profesional kerja saja,” ucapnya.

Saat ini, dia menunggu tanggapan dari pihak kelurahan terkait dengan aksinya tersebut. “Kami maunya ada pembicaraan dari kelurahan. Ada pembicaraan bersama tokoh, alim ulama, dan pemuda. Semestinya begitu, mau ada perpanjangan atau pemilihan baru,” tuturnya.

Sementara, Lurah Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Tangsel Maryadi Mahali angkat bicara soal pengunduran diri para ketua RT dan RW di wilayahnya, pada Kamis (27/6/2019) lalu. Diketahui, bahwa sebelum terjadi pengunduran diri serentak, pihak kelurahan telah mengeluarkan surat edaran kepada para RT dan RW yang habis masa jabatannya.

“Menurut saya sih, kalau saya tangkap itu kan salah cerna terhadap surat saya,” katanya, Rabu (3/7/2019).

Ia menjelaskan, surat tersebut, juga diberikan, karena masa jabat yang telah habis. “Maka, kemarin dengan itu saya buatkan surat. Isinya, saya meminta kepada RT dan RW yang sudah berakhir masa jabatannya, untuk segera ke kelurahan,” ujarnya.

Ia menuturkan, bahwa masih bertanya-tanya. “Saya belum tahu persisnya, ini yang dikoreksi surat saya atau perilaku saya, karakter saya? Kan saya emang sudah begini gaya saya,” ucapnya.

Namun, tutur dia, peristiwa tersebut, sudah telanjur membesar dan membuat dia dilaporkan secara pribadi ataupun terkait menjadi lurah. “Baik pribadi atau kapasitas saya sebagai lurah (dilaporkan) ke pimpinan. Sudah saya verifikasi. Dipanggil dan saya jelaskan apa adanya,” katanya.

Saat ini, dia sedang menunggu arahan dari pimpinannya, yakni pihak kecamatan. “Kenapa saya diam, itu karena saya sudah dipanggil dan saya menunggu arahan dari pimpinan gimana ke depannya. Langkah berikutnya,” ujarnya.

Namun, akibat terjadi kekosongan personel untuk mendukung tugas kelurahan setempat, pihak Kelurahan Lengkong Gudang Timur akan menggelar pemilihan RT dan RW serentak pada Agustus mendatang.

“Rencana saya begini, jadi untuk RT/RW itu penetapannya secara serentak. Untuk mempermudah kami mengingat, di bulan Agustus 2019 pembentukan RT baru,” ucapnya.

Pemilihan tersebut, lanjut dia, hanya berlaku bagi ketua RT dan RW yang sudah berakhir masa baktinya. Tidak untuk yang masa jabatannya masih berlangsung. Terkait 8 ketua RT dan 4 ketua RW yang mundur massal, dia kembali menegaskan, bukan mundur, tetapi masa jabatannya sudah berakhir.

“Surat keputusannya sudah berakhir. Banyak usulan ke kami segera dilakukan pergantian atau penataan ulang (ketua RT dan RW),” tuturnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here