Kamis, 15 November 2018
Breaking News

Ketua FKSS Soroti Kebersihan Kota

SERANG, (KB).- Ketua Forum Kota Serang Sehat (FKSS), H Embay Mulya Syarif menyoroti kebersihan Kota Serang dalam Rapat Evaluasi dan Penyelenggaraan Kota Serang Sehat, di salah satu rumah makan Kota Serang, Kamis (2/11/2017). Menurut dia, pemeliharaan kota masih sangat lemah akibat koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) yang sangat lemah.

“Padahal, setiap OPD memiliki sektor masing-masing untuk menjaga kebersihan kota. Jadi, perlu ada komitmen dari kepala OPD semua. Mudah-mudahan, bisa dicapai kesepakatan itu, agar Kota Serang tidak dikepung lagi oleh banjir, sampah, dan macet, termasuk polusi,” katanya.

Bukan hanya itu, ujar dia, pemerintah juga perlu memberikan sanksi bagi pelanggar peraturan daerah (perda) dan memberikan penghargaan kepada yang sudah mematuhi. Kemudian, perlunya juga penyuluhan kepada masyarakat, agar lebih menjaga daerahnya masing-masing.

“Kota Serang memiliki organisasi atau pokja kota sehat di tingkat kelurahan, hanya saja belum efektif, karena beberapa kelurahan belum terbentuk, karena SK dikeluarkan oleh camat. Kalau SK FKSS yang mengeluarkan itu kan oleh wali kota. Kelurahan baru terbentuk pokja kota sehat 22 dari 64 kelurahan, ke depan awal tahun depan ditergetkan sudah ada pokja tersebut supaya dapat menggerakkan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan memprioritaskan kawasan permukiman, sarana, dan prasarana umum dalam penyelenggaraan Kota Serang sehat. Hal tersebut dinilai sebagai langkah awal dalam menyelesaikan tatanan kota sehat di kabupaten/kota.

Kepala Bappeda Kota Serang, Djoko Sutrisno menuturkan, terdapat beberapa tatanan yang dilakukan untuk menyelenggarakan Kota Serang sehat, di antaranya tatanan kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum, serta sarana lalu lintas tertib.

Selanjutnya, pelayanan transportasi, pertambangan sehat, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat. “Namun, yang akan menjadi prioritas, yaitu terkait kawasan permukiman dan sarana prasarana umum,” ucapnya kepada Kabar Banten ketika ditemui seusai kegiatan.

Melihat indikator

Menurut dia, penyelenggaraan kota sehat perlu dilakukan bersama OPD Kota Serang. Dari hasil rapat evalusi terkait penyelenggaraan Kota Serang sehat, yaitu pihaknya melihat indikator-indikator yang harus dicapai.  “Ada indikator umum, pokok, dan khusus. Indikator khusus ada beberapa kegiatan yang dilakukan OPD untuk mendukung kota sehat. Makanya, tadi kami mengundang semua OPD, FKSS, kecamatan sehat, pokja kelurahan,” tuturnya.

Ia mengatakan, bagian dari indikator yang ada di permukiman, yaitu mengenai masalah sampah dan banjir yang harus segera dibenahi. Masalah sampah harus dan banjir, kata dia, harus diselesaikan permasalahannya dengan menunjuk OPD mana yang harus bertanggung jawab.

“Anggaran setiap OPD kan sudah ada tinggal dioptimalkan saja. Ini bukan hal yang baru, seperti sampah itu sudah menjadi tugasnya pemerintah kota untuk membenahi. Sebenarnya program yang ada di OPD itu merupakan variable-variabel kota sehat,” ujarnya.

Ia menuturkan, penyelenggaraan kota sehat akan berhasil jika adanya dukungan dari pemerintah daerah, adanya program pendukung di sektor. Selain itu, berfungsinya tim pembina dan forum di setiap daerah, adanya kesepakatan masyarakat dan pemda tentang pemilihan serta penetapan tatanan dan kegiatan dan adanya kegiatan yang dilaksanakan masyarakat melalui forum. “Kami berharap, masyarakat dan pemerintah bersinergi dan berkoordinasi menjalankan program kegiatan yang mendukung tercapainya kota sehat,” ucapnya. (TM)***


Sekilas Info

Urus Adminduk tanpa Pengantar, Disdukcapil Kota Serang Jalankan Perpres 96 Tahun 2018

SERANG, (KB).- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang mulai menerapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *