Ketua Asperapi: Orang Banten Jangan Jadi Penonton

TANGERANG, (KB).- Orang Banten jangan jadi penonton dalam perkembangan usaha industri MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) di Banten. Untuk mengembangkan industri MICE diperlukan kreativitas. Ketersediaan atau alokasi anggaran tidak selalu menjadi faktor nomor satu untuk mengembangkan usaha di bidang industri MICE. “Jadi, yang lebih penting adalah krativitas para pelaku MICE,” kata Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Effi Seiabudi saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) I DPD Asperapi Banten di Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE) Tangerang, pekan kemarin.

Dalam acara yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati ini, Effi menegaskan berdasarkan pengalamannya, banyak kegiatan MICE yang sukses meskipun alokasi anggarannya sangat terbatas. Atas dasar itulah, Effi mengingatkan kepada Kadis Pariwisata Eneng Nurcahyati untuk tidak terlalu khawatir atas keterbatasan alokasi anggaran dalam mengembangkan bidang industri MICE ini.

Effi mengajak kepada anggota Asperapi untuk tidak menjadi penonton di daerah sendiri. Ajakan ini disampaikan Effi berdasarkan pengalamannya di beberapa daerah di Indonesia dan luar negeri. Effi menjelaskan ada sejumlah event MICE di Indonesia maupun di luar negeri sukses, tapi ternyata di belakang kesuksesannya pelaku industrinya bukan orang-orang setempat. “Jadi, orang Banten jangan jadi penonton di daerah sendiri!” tegasnya.

Apresiasi DPD

Pada bagian lain Effi mengapresiasi kepengerusan DPD Asperapi periode 2014-2018 di bawah kepemimpinan Deden Sunandar. Menurut Effi, meskipun usia Asperapi Banten ini masih muda, akan tetapi Asperapi Banten bisa menunjukkan eksistensi yang cukup siginifikan. Ia berharap Asperapi Banten bisa semakin berkembang lagi. Apalagi Banten mempunyai ICE BSD Tangerang sebagai venue terbesar di Indonesia.

Kadis Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati menjelaskan pihaknya sedang terus berusaha meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banten. Dalam upaya itulah, Eeng terus mendorong berbagai pihak untuk menciptakan berbagai event untuk menarik para wisatawan nusantara maupun mancanegara. Saat ini, menurut Eneng, Banten mempunyai 50 event. Sementara yang masuk dalam daftar event nasional baru dua, yakni Festival Tanjung Lesung dan Seba Baduy. Menurut Eneng, untuk meningkatkan bidang pariwisata ini diperlukan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia. “Upaya ini diperlukan untuk meningkatkan daya saing pariwisata di Banten,” katanya.

Pada acara “Dialog Interaktif”, Anggota Komisi III DPRD Banten Hari Handoko menegaskan DPRD Banten siap mendorong perkembangan pariwisata di Banten. Bahkan, saat ini, DPRD Banten sedang menggodok Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Rippda).

Deden terpilih lagi

Sementara itu, pada Musda I DPD Asperapi Banten, Deden Sunandar terpiliha kembali menjadi Ketua DPD Asperapi Banten periode 2018-2022. Dalam sambutannya, Deden menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Asperapi Banten yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk menjabat kembali sebagai Ketua DPD Asperapi Banten.

Deden mengaku siap mengemban amanah ini. Ia juga mengajak kepada semua anggota untuk bersedia menjadi pengerusu DPD Asperapi Banten periode 2018-2022. “Insya Allah, saya akan segera menyusun kepengurusan DPD Asperapi. Kami minta bantuan teman-teman anggota Asperapi untuk sama-sama memajukan Asperapi Banten dan mengembangkan industri MICE di Banten,” katanya. (MH)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here