Ketan Bintul, Makanan Sultan untuk Buka Puasa

Ketan bintul makanan khas Banten, cukup banyak digemari, termasuk orang di luar Banten. Makanan favorit sultan ini hanya muncul selama bulan Ramadan. Makanan dengan bahan dasar ketan yang disiram dengan kuah semur daging ini terus digandrungi masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa. Selain lezat, sudah pasti makanan pembuka ini mengenyangkan.

Bagi sebagian warga Banten, ketan bintul merupakan salah satu makanan yang sudah tidak asing lagi saat Ramadan tiba. Ketannya yang lembut dan gurih menjadikan makanan ini paling banyak diburu warga untuk dijadikan menu favorit berbuka puasa. “Pasti selalu ramai kalau masyarakat lagi ngabuburit,” ujar salah seorang pedagang ketan bintul di Pasar Lama, Kota Serang, Asriah.

Dia menjelaskan, bahan dasar untuk membuat ketan bintul tidak sulit, yaitu ketan, daging sapi atau kerbau, santan dan bumbu lainnya. “Ditambahkan kuah semur daging untuk penyajiannya agar terasa lebih gurih,” ujarnya.  Dia mengatakan, ketan bintul merupakan makanan perpaduan antara irisan ketan putih yang ditaburi serundeng berupa kelapa parut yang disangrai dengan rempah-rempah. Oleh warga Kota Serang, ketan bintul biasanya disajikan dengan kuah rendang daging sapi dan kerbau.

“Keunikan dari ketan bintul hanya diproduksi setahun sekali atau pada bulan puasa saja. Sedangkan pada hari biasa makanan ini tidak diproduksi,” ucapnya. Dia menjelaskan, ketan bintul dibuat dengan cara menumbuk adonan dari beras ketan hingga adonan menjadi padat. Setelah itu beras ketan yang sudah ditumbuk kemudian dikukus dengan santan kental dan beragam rempah. Setelah matang, ketan kemudian dipindahkan ke dalam wadah, lalu dipotong- potong persegi menjadi beberapa bagian.

“Saat akan disajikan, ketan bintul biasanya ditaburi dengan serundeng yang sebelumnya telah disangrai selama 3 jam. Untuk menambah kelezatan, ketan bintul biasa dipadukan dengan kuah rendang daging sapi atau kerbau,” tuturnya. Menurutnya, setiap hari selama bulan Ramadan penjualan ketan bintul bisa mencapai 20 tetampah, 1 tetampah berisi 35 bungkus. Sedangkan untuk daging sapi dan kerbau, biasanya menghabiskan kurang lebih hingga 35 kilo per hari. Satu porsi berisi 12 potong ketan bintul dan satu bungkus rendang sapi dijual dengan harga Rp 25.000. (Tresna Mulyanawati/”KB”)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here