Kesiapsiagaan Berbasis Sekolah

Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) memberikan pelatihan manajemen sekolah aman dan tanggap bencana, di SMAN 16 Pandeglang, Rabu (9/10/2019).

Kegiatan tersebut, untuk membangun kesiapsiagaan bencana berbasis sekolah, meliputi manajemen sekolah, guru, dan siswa, untuk menumbuhkan kesadaran bencana.

Ketua Prodi Bimbingan dan Konseling FKIP Untirta Rochani menuturkan, kegiatan tersebut merupakan pengabdian masyarakat, dosen, dan mahasiswa Bimbingan Konseling Untirta untuk berbagi informasi mengenai sekolah aman.

Mereka harus tahu potensi bencana di daerahnya. Selain itu, memberikan materi pendampingan korban pascabencana serta konseling kepada mereka yang terkena musibah.

“Kegiatan tersebut, diisi dengan konseling kelompok yang diberikan tema penanganan trauma pascabencana. Selain itu, kami memberikan motivasi kepada siswa, yakni perencanaan karier, karena kelas III akan lulus tahun depan. Kami melakukan pengabdian tersebut, untuk berbagi informasi terkait kesiapsiagaan sekolah ketika terjadi bencana,” katanya kepada Kabar Banten.

Ia menuturkan, pelatihan manajemen bencana tersebut harus dilakukan. Sebab, selama ini kurang terbiasa dengan tanggap darurat, terkadang sudah terjadi bencana baru memberikan respons, sehingga dengan kegiatan tersebut, diharapkan sekolah sudah tahu apa yang akan dilakukan.

“Diharapkan melalui pelatihan tersebut, guru dan siswa dapat memahami cara untuk melindungi diri jika terjadi bencana di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 16 Pandeglang Bambang Sasmita Edi mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada dosen dan mahasiswa yang melakukan pengabdian di sekolah untuk berbagi informasi mengenai tanggap bencana.

“Kami bisa bertukar pikiran dan mendapatkan banyak ilmu baru serta membuat diri kami dan juga sekolah berkembang,” ucapnya. (Denis Asria)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here