Kesadaran Berkoperasi, Bupati Serang Menilai Masih Rendah

Ratu Tatu Chasanah.*

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menilai, kesadaran masyarakat untuk ikut bergabung dalam program koperasi saat ini masih rendah. Padahal, menurut dia, keberadaan koperasi yang sukses manfaatnya bukan hanya bagi anggotanya, melainkan dapat juga dirasakan oleh masyarakat luas termasuk yang tidak mampu.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan peresmian hibah rumah siap huni (HRSH) dari Koperasi Syariah (Kopsyah) Benteng Mikro Indonesia (BMI) di Desa Mekar baru, Kecamatan Petir, Kamis (31/10/2019).

Ia mengatakan, kesadaran masyarakat untuk ikut koperasi masih rendah. Namun, kata dia, jika ada koperasi yang baik, maka masyarakat jangan ragu untuk bergabung. “Karena bentuk usaha koperasi dari anggota untuk anggota, infak, sedekah, kemudian anggota juga yang menikmatinya,” ujarnya.

Ia mencontohkan, manfaat keberadaan koperasi yang bisa dirasakan masyarakat kurang mampu, seperti Kopsyah BMI, mereka turut membantu memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga kurang mampu.

”Tentunya ini sangat membantu, karena persoalan rumah tidak layak huni persoalan yang menjadi skala prioritas yang ditangani pemda. Berbagai upaya terus dilakukan (untuk pengentasan RTLH), tentunya dengan kehadiran koperasi syariah ini sangat membantu bagi program pemda,” ucapnya kepada Kabar Banten saat ditemui seusai acara tersebut.

Ia mengatakan, kebedaraan koperasi membantu program Pemkab Serang. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk mendukung bersama pergerakan koperasi, agar menjadi badan usaha di Provinsi Banten yang terbesar.

Menurut dia, Kopsyah BMI merupakan salah satu koperasi terbaik sementara ini di Banten. Sebab, kiprahnya sudah banyak dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dan sosial.

”Bahkan, rumah yang dibangun ini bukan anggota (Kopsyah BMI). Maka, saya mengajak masyarakat Kabupaten Serang untuk bergabung ke koperasi, karena kalau bentuk usaha kulturnya Indonesia itu adalah koperasi,” ucapnya.

Presiden Direktur Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) Kamarudin Batu Bara menuturkan, kiprah BMI dalam membangun rumah layak huni sudah dilakukan sejak lama. Hingga 2019, pihaknya sudah membangun 207 unit hibah rumah layak huni se-Provinsi Banten, sedangkan untuk Kabupaten Serang sudah ada 43 unit dan tahun ini 12 unit. ”Untuk setiap rumah dana yang dihabiskan sebesar Rp 25 sampai Rp 50 juta,” tuturnya.

Sementara, Suhenah cucu dari Marhamah (75) dan Abdullah (80) sang penerima hibah mengatakan, sebelum mendapat bantuan, rumah yang ditinggalinya berupa bilik dengan lantai bambu yang sudah rusak. “Terus saya yang mengajukan ke koperasi, padahal bukan anggota, tidak lama prosesnya akhirnya dapat,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here