Keruh dan Berbau, Warga Keluhkan Kondisi Sungai Cibanten

SERANG, (KB).- Sejumlah warga Kaujon, Kecamatan Serang, Kota Serang mengeluhkan kondisi air Sungai Cibanten yang keruh dan berbau. Warga menduga air sungai tercemar akibat adanya penambangan pasir dan limbah dari rumah sakit, sebab sebelumnya sempat ada yang menemukan banyak sampah plastik dan botol obat.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 05/RW 01, Kaujon Pasar Sore, Kecamatan Serang, Kota Serang Dodi Ahadiat menjelaskan, saat ini warga enggan menggunakan air Sungai Cibanten untuk kebutuhan mencuci. Sebab, air sungai yang keruh dan sedikit berbau akibat tercemar limbah, apalagi saat kemarau ini.

“Memang, tidak semua warga mencuci dan mandi di sungai, tapi ada beberapa warga yang masih menggunakan air sungai. Namun, belakangan ini warga udah jarang banget ke sungai. Soalnya air sungai sudah mulai keruh akibat galian pasir, terus berbau juga. Kayaknya itu limbah dari rumah sakit, jadi bau,” katanya, Selasa (5/11/2019).

Warga lainnya, Ratna menuturkan, beberapa bulan lalu air PDAM atau ledeng di lingkungannya sempat mengalami kerusakan, sehingga masyarakat terpaksa mengandalkan air Sungai Cibanten. “Kan ledeng sempet mati (rusak), jadi selama berapa bulan warga sini (Kaujon) pake air sungai (Cibanten),” ujarnya.

Namun, ucap dia, karena kemarau dan air sungai juga surut, maka timbul aroma yang cukup menyengat dan air mulai keruh pekat. “Belum lagi sampahnya yang semakin banyak dan menumpuk. Kalau bau itu macam-macam, lebih ke bau obat sih kalau menurut saya. Soalnya kalau bau busuk itu kan sampah, ini mah enggak,” tuturnya.

Sementara itu, Pengambil Contoh Uji Lapangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Yuyun Kurnia menjelaskan, dari hasil uji lapangan di Sungai Cibanten yang berlokasi di Kaujon masih dalam batas wajar. Mulai dari kadar kekeruhan, suhu atau temperatur air sungai, hingga kadar garam atau salinitas.

“Sejauh ini, berdasarkan uji pengambilan sampel masih wajar-wajar saja. Baik tingkat pH (keasaman) air, maupun kekeruhan dan salinitas (kadar garam) masih wajar dan masih bisa digunakan oleh warga. Bahkan, TDS dan daya hantar listrik (DHL) di sungai ini (Cibanten) masih wajar,” katanya.

Namun, untuk lebih lanjutnya, ujar dia, hasil parameter uji lapangan akan dilakukan analisa oleh tim laboratorium, seperti pengecekan tingkat kadar besi, garam, total suspended solid (TSS), BOD5, dan lainnya. “Untuk masalah tercemar atau tidaknya itu nanti akan dianalisa oleh tim laboratorium. Biasanya hasil uji lab akan keluar sekitar sepuluh hari,” ujarnya.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap bulan untuk pemenuhan data di DLH Kota Serang. Sebab, pencemaran lingkungan, termasuk sungai juga sangat penting. Apalagi penduduk Kota Serang masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-harinya.

“Biasanya untuk pengawasan pengambilan sampel, khususnya di Sungai Cibanten. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan di beberapa titik sungai, untuk memenuhi kebutuhan data kami. Jadi, kalau ada keluhan warga terkait limbah atau adanya pencemaran air sungai kami sudah punya data,” ucapnya.

Menurut dia, berdasarkan uji parameter lingkungan, air sungai di daerah Kasemen memiliki tingkat kadar besi yang cukup tinggi. “Daerah Kasemen, seperti Kilasah ke sana lagi itu kadar besinya cukup tinggi. Bahkan, dapat terlihat secara jelas, namun masyarakatnya tidak memperhatikan itu,” tuturnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here