Kerugian Akibat Bencana Rp 16,8 M

Sungai Cimadur meluap, sejumlah rumah dan jalan di Kampung Taringgul dan Sukamanah Desa Cimancak Kecamatan Bayah Kab Lebak, terendam air dengan ketinggian hingga 2 meter. Jum'at (6/12/2019) sekitar pukul 15.30 WIB.*

LEBAK, (KB).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak mencatat, kerugian akibat bencana banjir dan longsor yang menerjang Kecamatan Bayah dan Cibeber sekitar Rp 16,8 miliar.

Sebab, bencana tak hanya merendam rumah, tetapi menyebabkan rusaknya sejumlah infrastruktur. Kepala seksi Kesiapsiagaan BPBD Lebak Feby Rizki Pratama mengatakan, berdasarkan hasil pendataan sementara, jumlah kerugian akibat dampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Bayah dan Cibeber ditaksir sekitar Rp 16,8 miliar.

Bencana alam menerjang 11 desa dengan jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak sebanyak 265 dengan 1.325.

“Bersyukur, bencana alam tidak sampai menelan korban jiwa. Namun, bagi warga yang rumahnya rusak berat mereka mengungsi di rumah saudaranya,” kata Feby, Kamis (12/12/2019).

Bencana longsor, kata dia, menyebabkan sebanyak 261 rumah. Rusak ringan dua rumah dan rusak berat dua rumah. Untuk kerusakan empat rumah yang tergolong rusak berat diperkirakan mencapai Rp 250 juta dan dua unit rumah ibadah mencapai Rp Rp 50 juta. Untuk data kerusakan sarana dan prasarana umum jalan di tiga titik dan jembatan tiga unit mencapai Rp 9 miliar.

“Kerusakan bendungan satu titik dan penanggulangan tebing sungai di dua titik mencapai Rp 5 miliar,” katanya.

Baca Juga : Lima Desa di Cibeber Diterjang Banjir dan Longsor

Sedangkan untuk areal pertanian, sawah yang terdampak sekitar dan budidaya ikan mas yang luasannya mencapai 337 hektare estimasi kerusakannya sekitar Rp 2,5 miliar. Estimasi kerusakan mencapai Rp 16,8 miliar merupakan hasil hitungan tim BPBD Lebak yang nanti akan diserahkan ke Dinas PUPR Lebak untuk dikaji yang selanjutnya dilaporkan ke Bupati.

“Baru estimasi kerusakan yang sifatnya data sementara dan sewaktu-waktu dapat berubah, bisa bertambah bisa juga berkurang. Adapun perhitungan sementara kerugian dilihat dan diukur dari tingkat kerusakan yang ada,” ucapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak Kaprawi mengatakan, bencana yang menerjang dua kecamatan itu diduga selain akibat cuaca ekstrem juga akibat aktivitas penambangan luar di hutan lindung yakni di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). (DH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here